7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan Terima Kasih dan Maaf Menurut Psikolog

beautynesia.id
2 jam lalu
Cover Berita

Beauties, kamu mungkin sudah sering mendengar dua kata ajaib dalam hidup ini, yaitu "terima kasih" dan "maaf". Menurut psikolog Dr. Brittany McGeehan, Ph.D., dua kata ini menunjukkan rasa hormat dan mengomunikasikan niat baik dalam hubungan sosial.

Namun, Dr. McGeehan menggarisbawahi ketika kata-kata ini otomatis diucapkan tanpa niat yang benar-benar tulus, ada baiknya kita perlu meninjaunya kembali. Ia mengungkapkan bahwa perempuan, yang sering kali dikondisikan secara sosial untuk bersikap sopan, cenderung lebih sering menggunakan kata "tolong" dan "terima kasih" secara otomatis, yang terkadang justru dapat menghambat pertumbuhan pribadi maupun profesional mereka.

"Dengan mengambil jeda sejenak, Anda bisa mempertanyakan apakah ungkapan apresiasi tersebut memang tulus, atau apakah Anda menggunakan "kesopanan" hanya untuk meredam rasa tidak nyaman, baik yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar," tuturnya kepada Parade.

Namun, bukan berarti kita jadi berhenti bersikap sopan, Beauties. Tujuannya adalah untuk menyelaraskan kesopanan dengan keautentikan, sehingga rasa terima kasih benar-benar dirasakan, dan kita tidak mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak kita maksudkan.

Sebagai panduan, Dr. McGeehan menjelaskan bahwa orang yang terbiasa mengucapkan "tolong" dan "terima kasih" secara otomatis sering kali memiliki ciri kepribadian seperti berikut ini.

Punya Tanggung Jawab Internal yang Tinggi

Beberapa orang memiliki tanggung jawab internal yang tinggi. Mereka punya kesadaran dan dorongan yang tinggi untuk menjaga hubungan dengan orang lain. Dr. McGeehan menyoroti bahwa sikap ini umumnya sering ditemukan pada anak perempuan sulung.

"Beberapa individu merasa bertanggung jawab untuk menjaga agar hubungan tetap terasa nyaman dan lancar," jelas Dr. McGeehan. "Ungkapan terima kasih yang muncul secara otomatis terkadang bisa menjadi tanda adanya pola yang lebih mendalam, yaitu upaya untuk mengelola kenyamanan orang lain, padahal emosi orang lain bukanlah tanggung jawab Anda untuk diperbaiki."

(naq/naq)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kok Bisa Banyak Pikiran Bikin Perut Buncit? Ini Penjelasannya
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Poltracking: MBG Jadi Program Pemerintah yang Paling Dirasakan Manfaatnya
• 4 jam lalucumicumi.com
thumb
Pusat Bisnis dan Mal di Surabaya Sempat Gelap Gulita gegara Gangguan Listrik
• 23 jam laludetik.com
thumb
Manajemen KM Virgo Upayakan Evakuasi Korban sebelum Operasi Salvage
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Nelayan Hilang di Perairan Labuhan Jukung, Perahu Ditemukan Terbalik
• 9 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.