jpnn.com, KABUPATEN BANDUNG - Kementerian Sosial mengintegrasikan pendidikan melalui Sekolah Rakyat dengan pemberdayaan ekonomi keluarga dan program perbaikan rumah layak huni untuk memutus rantai kemiskinan.
Hingga kini, lebih dari 44 ribu siswa telah mengikuti pendidikan di 182 titik Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Kemensos & CIMA Bahas Rencana Kolaborasi Fasilitasi Lulusan Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini belum memperoleh akses pendidikan secara memadai.
“Di Sekolah Rakyat memadukan antara pendekatan edukasi, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial. Ini adalah bagian dari program strategis Bapak Presiden Prabowo yang ingin menjangkau mereka-mereka yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan,” kata Gus Ipul.
BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Buka Jalan Pemberdayaan Bagi 44 Ribu Keluarga
Hal itu disampaikan Gus Ipul seusai Dialog Siswa Sekolah Rakyat dan Pendamping Keluarga Harapan Bersama Menteri Sosial di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 Kabupaten Bandung, Selasa (20/10).
BACA JUGA: Wamensos Agus Jabo Minta Sentra Optimalkan Layanan dan Dukung Penuh Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat menyasar anak-anak dari keluarga prasejahtera, termasuk mereka yang belum pernah bersekolah atau putus sekolah.
Penerimaan siswa tidak menggunakan tes akademik.
Sebagai gantinya, siswa mengikuti matrikulasi selama lebih dari tiga bulan untuk menyesuaikan kemampuan belajar.
Sebagian siswa juga memerlukan rehabilitasi sebelum mengikuti pembelajaran secara optimal.
Dari 182 titik penyelenggaraan, sebanyak 93 titik telah menempati gedung permanen dengan jenjang SD,SMP dan SMA.
Fasilitasnya meliputi laboratorium, perpustakaan, lapangan olahraga, serta pembelajaran berbasis teknologi melalui Learning Management System (LMS).
Pemerintah juga menyiapkan papan tulis digital dan laptop untuk mendukung pembelajaran digital.
Lebih dari 15 ribu laptop telah dibagikan untuk mendukung pembelajaran tahun ajaran 2025, sementara sekitar 30 ribu unit tambahan direncanakan pada 2026 dan masih dalam proses pengadaan.
Laptop digunakan khusus untuk kegiatan belajar di kelas.
“Ini untuk menyiapkan anak-anak supaya lebih akrab dengan teknologi karena mereka adalah digital native. Tetapi laptop ini hanya untuk di kelas, tidak boleh dibawa keluar ke asrama atau ke tempat-tempat yang tidak semestinya. Jadi hanya untuk pembelajaran di kelas,” jelas Gus Ipul.
Selain pendidikan berkualitas bagi siswa, Kemensos mendorong orang tua mereka mengikuti program pemberdayaan sesuai hasil asesmen kebutuhan.
Program tersebut mencakup penguatan kapasitas, bantuan modal usaha, dan penguatan aset agar keluarga semakin mandiri secara ekonomi.
Gus Ipul menyebutkan sekitar 7.000 keluarga telah mendapatkan bantuan perbaikan rumah agar memiliki hunian yang lebih layak.
Sementara itu, lebih dari 160 ribu keluarga yang diberdayakan melalui berbagai program Kemensos.
Sebagian di antaranya merupakan orang tua siswa Sekolah Rakyat.
“Seluruh orang tua siswa Sekolah Rakyat kami masukkan juga dalam program pemberdayaan pemerintah, tidak hanya di Kemensos. Jadi yang di Kemensos memberikan dukungan rintisan. Sementara nanti akan diteruskan oleh Kementerian lain. Nanti siswanya lulus, orang tuanya diharapkan menjadi keluarga yang lebih mandiri,” kata Gus ipul.
Pemberdayaan tersebut akan diperkuat melalui kolaborasi dengan kementerian lain, termasuk yang membidangi UMKM, ekonomi kreatif, dan perindustrian.
Dengan demikian, dukungan bagi keluarga dapat berlanjut sesuai kebutuhan dan potensi usaha masing-masing.
Pemerintah menargetkan pembangunan 500 gedung permanen Sekolah Rakyat dalam tiga hingga empat tahun ke depan.
Setiap gedung direncanakan berdiri di atas lahan seluas 7 hingga 8 hektare dengan kapasitas total yang diproyeksikan mampu menampung lebih dari satu juta siswa.
“Kalau mengasumsikan satu gedung permanen kapasitasnya lebih dari dua ribu siswa tingkat SD, SMP, dan SMA,” kata Gus Ipul.
Menurut Gus Ipul, lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, bahkan dapat meneruskan di Sekolah Garuda.
Siswa juga didukung melanjutkan ke perguruan tinggi atau menjadi pekerja terampil.
SRT 4 Kabupaten Bandung berdiri di atas lahan milik Kemensos.
Nantinya gedung permanen akan didirikan juga di lahan milik pemkot dan pemkab Bandung.
“Kalau tanahnya dari Kabupaten Bandung, seluruh warga Kabupaten Bandung saja yang boleh sekolah di situ. Kalau untuk miliknya Kemensos ini seluruh Indonesia boleh di sini. (Apabila) punya gubernur (provinsi) hanya dari kabupaten kota di provinsi tersebut,” jelas dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Bandung terhadap pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk program Sekolah Rakyat.
“Bapak Bupati sangat support PSN, salah satunya Sekolah Rakyat. Bukan hanya Sekolah Rakyat, tetapi juga KDMP dan MBG. Ke depannya, apa pun yang dibutuhkan dari PSN ini, saya yakin Pak Bupati akan selalu mendukung,” kata Ali.
Menurut Ali, Sekolah Rakyat merupakan program strategis yang menjadi bagian dari upaya mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Kalau berbicara tentang Indonesia Emas 2045, dan kita ingin disebut siap. (Kesiapan) kita bukan sekadar dilihat dari gedung-gedung pencakar langitnya. Tapi satu hal yang harus kita persiapkan adalah sumber daya manusianya,” kata Ali.
Dia menilai Sekolah Rakyat menjadi salah satu ikhtiar penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Program Presiden ini diharapkan dapat mempersiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita semua tidak tahu. Mungkin adik-adik yang sekarang di Sekolah Rakyat ini, kedepannya mereka akan menjadi generasi emas yang sangat luar biasa untuk mengharumkan nama baik Indonesia di masa mendatang,” pungkas Ali.
Sebelumnya, Mensos Gus Ipul didampingi Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat tiba sekitar pukul 13.29 WIB disambut meriah oleh siswa Sekolah Rakyat yang mengenakan pakaian dinas lapangan lengkap.
Para siswa kompak meneriakkan yel-yel penyambutan.
Suasana semakin semarak ketika seluruh hadirin serentak menyanyikan lagu Maju Tak Gentar sebelum Mensos menuju tempat yang telah disediakan.
Acara dipandu Ghazy Ghalibie, siswa Sekolah Rakyat, yang tampil percaya diri sebagai pembawa acara.
Rangkaian penampilan dibuka dengan atraksi baris-berbaris variasi di atas panggung yang dipimpin oleh Danton Satria Wijaya.
Gerakan yang kompak dan kreatif mengundang tepuk tangan dari para hadirin.
Kemudian, tiga siswi menampilkan tari tradisional Jaipong dengan gerakan gemulai. Pertunjukan dilanjutkan dengan seni bela diri pencak silat.
Mengenakan pakaian serba hitam, para siswa memperlihatkan kelincahan, kekuatan, dan kekompakan dalam setiap gerakan.
Penampilan tak kalah memukau ditunjukkan melalui pidato dalam tiga bahasa asing.
Dzaky Pratama berpidato dalam bahasa Inggris, Voni Rahmaini dalam bahasa Arab, dan Siti Nuraisyah dalam bahasa Mandarin.
Ketiganya menyampaikan pesan tentang semangat meraih cita-cita melalui pendidikan di Sekolah Rakyat.
Dilanjutkan, penampilan paduan suara yang mengenakan seragam dinas pesiar membawakan lagu tradisional Sunda berjudul Jang, yang dirangkai medley dengan lagu Ibu dan Ayah.
Diiringi pembacaan puisi oleh Vania yang mengungkapkan impian anak-anak dari keluarga prasejahtera untuk meraih masa depan yang lebih baik, penampilan tersebut menyentuh hati para hadirin hingga sejumlah di antaranya berlinang air mata.
Rangkaian penampilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa Sekolah Rakyat memiliki potensi, bakat, dan kepercayaan diri hasil pembelajaran yang dilakukan selama ini.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Bandung M. Akhiri Hailuki, perwakilan Kapolres Bandung Kompol Bony Yuniar, Dandim Bandung Letkol Kav. Samto Betah, Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Cakra Amiyana, serta Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bandung Ningning Hendasah.
Turut hadir Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, Staf Khusus Menteri Ishaq Zubaedi Raqib, Tenaga Ahli Menteri Agustinus Budi Prasetyohadi dan Andy Kurniawan, Sekretaris Ditjen Linjamsos Beni Sujanto, Direktur PSNK Faisal, Kepala Biro Humas Devi Deliani, serta kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan SRT 4 Kabupaten Bandung, dan para pendamping PKH se-Kabupaten Bandung. (mrk/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Menko Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Pemutus Mata Rantai Kemiskinan
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




