Ibas Dorong Kemudahan Akses Visa Pelajar Indonesia di Australia

metrotvnews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Melbourne: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) bertemu Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Australia-Indonesia, Tim Watts. Sejumlah hal menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut, salah satunya soal kemudahan akses visa bagi pelajar Indonesia.

Ibas turut menyoroti pentingnya meningkatkan kemudahan mobilitas masyarakat Indonesia ke Australia. Terutama, bagi pelajar, akademisi, peneliti, pelaku usaha, wisatawan, dan keluarga yang memiliki hubungan lintas negara.

Isu persyaratan visa pelajar menjadi salah satu perhatian utama. Berbagai tantangan, seperti persyaratan pembuktian kemampuan finansial, biaya awal pendidikan, dan pembayaran asuransi, dinilai dapat menjadi beban bagi calon mahasiswa Indonesia.

Ia mendorong agar persoalan persyaratan dan biaya visa terus dibahas melalui komunikasi konstruktif dengan pihak terkait di Australia. Dengan begitu, tersedia proses yang lebih transparan, efisien, dan mudah dipahami tanpa mengabaikan ketentuan imigrasi yang berlaku.

"Hubungan antarmasyarakat perlu diperkuat melalui sistem mobilitas yang mendukung kunjungan untuk kepentingan pendidikan, bisnis, penelitian, pariwisata, dan pertukaran budaya," ungkap Ibas dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.

Baca Juga :

Manfaatkan AI, Siswa SD di Jakarta Beri Dukungan untuk Jurnalis Peliput Karhutla
Ia mengatakan kemudahan akses visa yang sesuai dengan ketentuan dan kategori perjalanan masing-masing diharapkan dapat mempererat hubungan masyarakat kedua negara, meningkatkan peluang kolaborasi, serta memperkuat pemahaman bersama.

"Semakin terbuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia dan Australia untuk belajar, berinteraksi, dan membangun jejaring, semakin besar pula peluang terciptanya hubungan bilateral yang kuat dalam jangka panjang," ujar dia.

Ilustrasi. Dok Medcom.id. Respons Parlemen Australia Menanggapi hal tersebut, Tim Watts mengakui tantangan pengurusan visa pelajar merupakan persoalan yang kerap disampaikan. Ia menjelaskan Australia menerapkan sistem visa yang berlaku secara umum bagi berbagai negara, sehingga terdapat ketentuan yang tidak mudah disesuaikan untuk setiap kelompok pemohon.

Meski demikian, Tim Watts menyebut adanya sejumlah program yang ditujukan untuk mendorong universitas Australia mendukung mahasiswa dari kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa mobilitas pelajar merupakan bagian penting dari hubungan Australia dan Indonesia.

"Saya memahami dan sering mendengar berbagai tantangan dalam memperoleh visa. Permintaan untuk belajar di Australia cukup tinggi, dan kami memahami betapa pentingnya hal tersebut bagi hubungan kedua negara," ujar Tim Watts.

Ia menambahkan sistem migrasi Australia sedang menghadapi tekanan akibat tingginya volume permohonan setelah pandemi covid-19. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan masa transisi yang diharapkan berangsur stabil dalam beberapa tahun mendatang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pasca-Warning Standalone MSCI, Ini 3 Hal yang Perlu Dicermati Investor
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
5 Tuntutan Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran 20 Oktober 2026 di Jakarta, Soroti Korupsi hingga Kerusakan Lingkungan
• 22 jam laludisway.id
thumb
Rusia Kehilangan 2.090 Tentara Sehari! Apa yang Sebenarnya Terjadi di Medan Perang Ukraina?
• 2 jam laluerabaru.net
thumb
Kadar Amonia Kali Tebu Surabaya Tembus 57 Kali Lipat Baku Mutu
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Hingga September, Realisasi Investasi Rp1.539 Triliun Serap 2,19 Juta Pekerja
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.