Demonstran Lempari Gedung DPRD DIY dengan Batu, Polisi Bubarkan Paksa Unjuk Rasa

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

YOGYAKARTA, KOMPAS - Unjuk rasa ratusan mahasiswa dari berbagai kampus dan organisasi yang digelar di Gedung DPRD DI Yogyakarta, Kota Yogyakarta, dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian, Selasa (20/10/2026) malam. Pembubaran dilakukan setelah massa melemparkan batu ke arah gedung DPRD dan aparat yang berjaga.

Unjuk rasa mahasiswa digelar sejak Selasa siang secara bergelombang di gedung yang terletak di Jalan Malioboro tersebut. Mahasiswa menyoroti sejumlah persoalan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Hal ini mulai dari bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tak kunjung tertangani, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang menyebabkan antrean panjang di sejumlah daerah.

Peserta aksi pun mendesak para anggota DPRD DIY untuk mengakomodasi tuntutan mereka dan meneruskannya ke pusat. Ketua DPRD DIY Nuryadi beserta sejumlah anggota DPRD DIY pun menemui peserta aksi sekitar pukul 13.30 WIB.

Nuryadi pun mengapresiasi tuntutan yang disuarakan para mahasiswa. Dia menyatakan akan meneruskan aspirasi tersebut ke tingkat pusat.

Setelah berdiskusi dengan Nuryadi dan memintanya menandatangani tuntutan mereka, sebagian kelompok mahasiswa menerima dan meninggalkan area DPRD DIY. Namun, sebagian kelompok mahasiswa lainnya masih bertahan dan menginginkan masuk ke dalam gedung DPRD.

Baca JugaDemo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Aksi Mahasiswa di Gedung DPRD DIY Ricuh

Upaya itu dicegah puluhan polisi yang berjaga di teras gedung tersebut. Kericuhan antara keduanya pun pecah beberapa kali sepanjang Selasa siang hingga sore. Kericuhan paling besar terjadi pada sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, massa mulai melemparkan botol bekas air mineral yang diisi tanah ke arah polisi dan gedung DPRD. Lemparan itu menyebabkan sejumlah lampu gantung di teras gedung pecah.

Setidaknya satu polisi terlihat terluka di kening dan dievakuasi ke dalam kompleks DPRD DIY. Polisi dengan tameng pun bertahan dan melakukan blokade di teras gedung.

Situasi sempat mereda hingga sekitar pukul 20.00 mahasiswa mulai kembali melempari gedung dengan botol mineral. Mahasiswa tetap meminta masuk ke dalam gedung dan menemui anggota DPRD.

Kami telah berkomitmen untuk menjembatani aspirasi mahasiswa.

Sejumlah anggota DPRD DIY lintas fraksi kemudian menemui para mahasiswa di halaman gedung DPRD. Menurut Andriana Wulandari, salah satu anggota DPRD DIY yang menemui massa, seluruh fraksi DPRD DIY sudah bersedia memenuhi tuntutan mahasiswa.

“Kami telah berkomitmen untuk menjembatani aspirasi mahasiswa yang akan kami sampaikan melalui fraksi kami masing-masing di pusat,” katanya.

Andriana mengatakan, pihaknya pun bersedia menerima perwakilan mahasiswa untuk berdiskusi di dalam gedung DPRD. Akan tetapi, para mahasiswa tetap ingin semua peserta aksi masuk ke dalam gedung.

“Kami tidak bisa jamin keamanan ketika semua yang berjumlah sekitar 300 orang mau masuk ke dalam. Tidak mungkin gedung ini cukup,” ujarnya.

Baca JugaPembentangan Spanduk Raksasa dan Unjuk Rasa Sambut Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Setelah negosiasi buntu dan para anggota DPRD kembali masuk ke dalam gedung, mahasiswa tetap bertahan di halaman gedung. Namun, sekitar pukul 21.30 WIB, massa mulai melakukan pelemparan batu, bukan lagi botol mineral, ke arah gedung dan aparat yang berjaga.

Situasi itu direspons dengan pergerakan aparat memukul mundur massa. Bentrokan pun pecah selama beberapa saat hingga akhirnya seluruh peserta aksi meninggalkan kompleks Gedung DPRD DIY menuju Jalan Malioboro.

Pascapembubaran itu, menurut pantauan Kompas, setidaknya belasan peserta aksi ditangkap polisi, sebagian mengalami luka-luka. Mereka kemudian dibawa ke dalam kompleks DPRD dan didata.

Kepala Bidang Humas Polda DIY Komisaris Besar Ihsan mengatakan, pihaknya masih mendata jumlah peserta aksi yang diamankan tersebut. Begitu pula jumlah peserta aksi dan aparat kepolisian yang terluka dalam kericuhan itu.

Baca JugaDua Tahun Prabowo-Gibran, Masyarakat Sipil Soroti Persoalan Mendasar Republik

Ihsan mengatakan, pihak kepolisian telah berupaya untuk melakukan proses dialog dengan mahasiswa dan berusaha memenuhi tuntutan mereka. Proses pengamanan yang dilakukan polisi pun bersifat humanis.

Akan tetapi, Ihsan menyayangkan adanya aksi pelemparan batu dan petasan. Tindakan yang dilakukan kepolisian disebut Ihsan bertujuan menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat, terutama yang beraktivitas di Jalan Malioboro di depan gedung DPRD DIY. Ini juga untuk melindungi Gedung DPRD DIY yang merupakan bangunan cagar budaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polemik MSCI, BEI dan OJK Harus Konsisten Reformasi Pasar Modal
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tingkatkan Produktivitas, Petani Swadaya Kaltim Dilatih Praktik Budidaya Sawit Berstandar Industri
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
ISEF 2026 Resmi Ditutup, Catat Kesepakatan Bisnis Rp3,2 Triliun
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PKS Siap Jadi Jembatan Aspirasi Publik soal Polemik Ijazah Gibran, Minta Ditindaklanjuti di DPR
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Wali Kota Makassar Perintahkan Camat-Lurah Patroli Malam Cegah Tawuran
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.