Jakarta: Penggunaan kendaraan listrik mulai menjadi bagian dari upaya perusahaan logistik untuk mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas pengiriman. DHL Express Indonesia menambah 30 kendaraan listrik untuk mendukung operasional di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya, sehingga total armada mencapai 58 unit.
Penambahan tersebut ditandai dengan serah terima 30 unit Wuling Mitra EV Blind Van Long Range di Kawasan di Halim, Jakarta. Sebanyak 20 unit akan ditempatkan di Jakarta, delapan unit di Surabaya, serta masing-masing satu unit di Bandung dan Semarang.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, mengatakan kebutuhan pelanggan terhadap layanan logistik kini semakin luas, termasuk perhatian terhadap dampak lingkungan dari kegiatan bisnis.
"Seiring berkembangnya jaringan perdagangan global, pelanggan semakin mengharapkan penyedia jasa logistik yang tidak hanya unggul secara operasional, tetapi juga mampu menunjukkan kemajuan nyata dalam upaya mengurangi dampak lingkungan. Kehadiran kendaraan listrik ini membantu kami mengurangi emisi dari aktivitas pengiriman sekaligus memperkuat kemampuan kami dalam mendukung pelanggan yang terlibat dalam perdagangan internasional," kata Ahmad Mohamad dalam keterangan pers, Selasa, 20 Oktober 2026.
Baca Juga :
11 Proyek Hilirisasi di IWIP Perluas Rantai Industri, dari Nikel hingga Baterai EVSerah terima 30 unit Wuling Mitra EV Blind Van Long Range di Kawasan di Halim, Jakarta. Dokumentasi/ istimewa.
"Penambahan armada ini merupakan langkah nyata dalam membangun operasional logistik dengan emisi yang lebih rendah di Indonesia, tanpa mengurangi kecepatan, keandalan, dan konektivitas layanan yang dibutuhkan pelanggan," jelas Ahmad.
Dia menjelaskan dengan tambahan tersebut, perusahaan kini mengoperasikan 58 kendaraan listrik dari total 261 kendaraan operasional yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan operasional logistik yang lebih rendah emisi, sekaligus menyesuaikan armada dengan kebutuhan pengiriman di sejumlah kota besar.
Penggunaan kendaraan listrik juga menjadi salah satu alternatif untuk menghadapi tantangan operasional seperti keadaan di Bali, DHL mengirimkan empat kendaraan listrik guna memperkuat kegiatan logistik di wilayah tersebut.
Di tingkat regional, perusahaan mengoperasikan lebih dari 1.400 kendaraan listrik untuk penjemputan dan pengantaran kiriman di kawasan Asia Pasifik. Sementara pihaknya menetapkan target mencapai emisi gas rumah kaca bersih nol pada 2050. Perusahaan juga menargetkan lebih dari 66 persen armada first-mile dan last-mile menggunakan kendaraan listrik pada 2030.
Wakil Presiden Wuling Motors, Arif Pramadana, menyambut baik kepercayaan dalam menggunakan Mitra EV sebagai bagian dari armada operasionalnya. Menurut dia kolaborasi tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap kebutuhan bisnis sekaligus pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Perluasan penggunaan kendaraan listrik di sektor logistik menunjukkan bahwa transisi menuju operasional yang lebih ramah lingkungan membutuhkan dukungan teknologi, kesiapan armada, dan penyesuaian terhadap kebutuhan layanan. Ke depan, tantangannya adalah memastikan upaya pengurangan emisi dapat berjalan beriringan dengan efisiensi operasional dan kualitas layanan pengiriman.




