JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah buka suara mengenai sorotan terhadap penempatan manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
Ia menegaskan, sejak awal proses rekrutmen manajer Kopdes memang tidak didasarkan pada lokasi atau domisili peserta, tetapi melalui seleksi nasional.
"Yang dari awal memang kita merekrut tidak berdasarkan lokasinya, tetapi memang berdasarkan tes secara nasional, kemampuan akademik," kata Farida dalam Laporan Khusus KompasTV bertajuk Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Capaian dan Catatan, Selasa (20/10/2026).
Farida menjelaskan, mekanisme rekrutmen tersebut telah diterapkan sejak awal proses seleksi calon manajer Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: Bansos Disalurkan Lewat Kopdes Merah Putih Masih Dimatangkan, Ini Kendalanya
Artinya, kedekatan lokasi tempat tinggal calon manajer dengan koperasi yang akan dikelola bukan menjadi dasar utama dalam proses perekrutan.
Sebaliknya, seleksi dilakukan dalam skala nasional dengan mempertimbangkan kemampuan akademik para peserta.
Sementara itu, ia memastikan pemerintah tidak menutup diri terhadap kritik masyarakat mengenai pelaksanaan program Kopdes Merah Putih.
"Yang pasti adalah kami terus berbenah dan kami mendengarkan apa yang menjadi masukan dari masyarakat. Termasuk yang kemarin terakhir, penempatan manajer Koperasi Desa Merah Putih," ucap Farida.
Baca Juga: Wamenkop Respons Persepsi Negatif Kopdes: Bukan Milik Pemerintah, tapi Masyarakat Desa
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Dina Karina Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- penempatan manajer kopdes
- kopdes
- kopdes merah putih
- manajer kopdes
- koperasi desa merah putih
- wamenkop





