Inggris Kerahkan Jet Tempur Bantu Lindungi Arab Saudi dari Houthi

metrotvnews.com
12 jam lalu
Cover Berita

London: Pemerintah Inggris mengumumkan bahwa mereka akan mengerahkan pesawat tempur untuk membantu Arab Saudi mempertahankan diri dari serangan yang kian meningkat oleh kelompok pemberontak Houthi.

"Inggris akan menjalankan misi pertahanan udara untuk mendukung perlindungan kota-kota serta infrastruktur nasional vital Arab Saudi dari serangan udara, dengan menggunakan jet tempur Typhoon milik Angkatan Udara Inggris (RAF)," demikian pernyataan dari Kementerian Pertahanan Inggris, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu 21 Oktober 2026.

Pesawat-pesawat tersebut akan beroperasi dalam peran defensif dan tidak akan melakukan serangan ofensif terhadap kelompok Houthi, tambah pernyataan itu.

Inggris juga akan menyediakan pesawat angkut militer RAF A400M untuk memindahkan material pertahanan di dalam wilayah Arab Saudi, serta mengirimkan penasihat militer untuk mendukung perwira staf Arab Saudi.

"Serangan berkelanjutan dari kelompok Houthi terhadap sekutu kita, Arab Saudi, sungguh tercela," ujar Menteri Pertahanan Inggris, Wes Streeting.

"Penargetan bandara di Riyadh, khususnya, menunjukkan sejauh mana kelompok Houthi berupaya meningkatkan eskalasi situasi di kawasan tersebut," imbuh Streeting.

"Oleh karena itu, hari ini saya telah menyetujui dukungan militer tambahan dari Inggris. Jet tempur Typhoon RAF akan menjalankan misi pertahanan udara untuk membantu melindungi wilayah udara Arab Saudi dari serangan pesawat nirawak (drone) dan rudal,” Streeting menambahkan.

Pengerahan ini dilakukan di tengah meningkatnya serangan Houthi di kawasan tersebut, termasuk terhadap target-target sipil seperti Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Inggris menyatakan bahwa Arab Saudi dan Yaman memiliki hak untuk membela diri terhadap serangan-serangan tersebut.

Langkah terbaru ini merupakan kelanjutan dari dukungan militer defensif yang telah diberikan Inggris kepada Arab Saudi, termasuk penyediaan peralatan pertahanan udara yang dirancang untuk menangkal serangan rudal dan pesawat nirawak.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Berbuat asusila saat jam kerja, hakim K disanksi nonpalu 2 tahun
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Pengamat Bilang Timnas Indonesia Segera Naturalisasi 2 Pemain Jelang Piala Asia 2027, Siapa Saja?
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Polemik MSCI: Dampak dan Langkah Tindak Lanjut
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
PPAPP Jaksel beri pemulihan trauma kepada terdampak tawuran di Tebet
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
2 Pria di Deli Serdang Ketahuan Curi Daun Pepaya, Dihukum Suruh Makan Daunnya
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.