Jakarta (ANTARA) - Stres di tempat kerja menjadi masalah yang umum dialami oleh pekerja. Lingkungan kerja yang toxic, pekerjaan yang di luar batas kemampuan, dan upah yang minim bisa menjadi penyebabnya.
Hal ini dibuktikan oleh penelitian dari Pew Research Center. Sebanyak 29 persen orang di Amerika Serikat merasa stres dengan pekerjaannya bahkan 19 persen lainnya sudah merasa tertekan karena kondisi tersebut.
Stres di tempat kerja perlu segera ditangani agar tidak mendatangkan masalah yang lebih serius terhadap kesehatan.
Baca juga: Sering stres di kantor? Kenali 6 penyebab utamanya
Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres di tempat kerja:
Catat hal yang membuat stres
Mulailah untuk mencatat hal-hal yang mendatangkan rasa stres untuk bisa membantu mengetahui apa yang sebenarnya mengganggu pikiran.
Pemicu stres tidak selalu berupa masalah besar. Ruang kerja yang tidak nyaman, suara yang bising, atau perjalanan yang jauh menuju tempat kerja juga bisa menjadi sumber stres.
Kenali prioritas pekerjaan
Stres di tempat kerja bisa muncul saat seseorang tidak memahami apa yang diharapkan dari pekerjaannya. Tugas yang sering berubah tanpa penjelasan juga bisa mendorong pekerjaan terasa lebih berat.
Kondisi ini membuat karyawan terus menebak apakah pekerjaannya sudah sesuai atau belum. Rasa tidak yakin lama kelamaan bisa membuat suasana bekerja menjadi tidak nyaman.
Menjaga kondisi pikiran
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk mulai mengurangi membaca berita atau informasi terkait kejadian negatif di media sosial. Terlalu sering melihat informasi negatif bisa membuat pikiran semakin ruwet.
Biasakan untuk mensyukuri apa yang terjadi di hari itu. Ingatkan diri tentang hal-hal yang disyukuri setiap hari dan tuliskan di kertas. Menceritakan tentang isi hati kepada orang terdekat juga bisa membantu mengurangi beban pikiran.
Baca juga: Stres bisa memperparah jerawat? Ini penyebab dan cara mengatasinya
Lakukan teknik relaksasi
Menurut Harvard Health, melakukan relaksasi bisa membantu mengurangi ketegangan otot yang berhubungan dengan kecemasan. Salah satunya adalah dengan mencoba relaksasi otot progresif.
Duduklah dengan nyaman sambil tutup mata. Mulailah dari kaki dan lanjutkan ke bagian tubuh lainnya. Tegangkan setiap kelompok otot selama 20 detik lalu kendurkan otot selama 20 detik sambil menarik napas.
Jaga kesehatan tubuh
Kondisi fisik berpengaruh pada kemampuan tubuh menghadapi stres. Pastikan tidur cukup sekitar tujuh jam setiap malamnya. Aktif bergerak dengan melakukan olahraga ringan juga baik untuk kesehatan fisik.
Selain itu, perhatikan makanan yang dikonsumsi dengan memperbanyak makanan sehat seperti buah dan sayuran. Batasi juga mengonsumsi alkohol, rokok, dan vape untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Batasi waktu kerja dan waktu pribadi
Pekerjaan yang terus terbawa sampai ke rumah bisa membuat pikiran sulit beristirahat. Buatlah batasan yang jelas antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi untuk menghindari risiko stres karena pekerjaan.
Jangan lupa untuk menyisihkan waktu bersama keluarga dan teman. Batasi juga kebiasaan bekerja di luar jam kerja agar pikiran tidak terus tertuju pada pekerjaan.
Baca juga: Kenapa stres bikin kita lebih suka makanan manis? ini penjelasannya
Baca juga: 6 tanda stres pada kulit dan rambut, dari jerawat hingga uban
Hal ini dibuktikan oleh penelitian dari Pew Research Center. Sebanyak 29 persen orang di Amerika Serikat merasa stres dengan pekerjaannya bahkan 19 persen lainnya sudah merasa tertekan karena kondisi tersebut.
Stres di tempat kerja perlu segera ditangani agar tidak mendatangkan masalah yang lebih serius terhadap kesehatan.
Baca juga: Sering stres di kantor? Kenali 6 penyebab utamanya
Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi stres di tempat kerja:
Catat hal yang membuat stres
Mulailah untuk mencatat hal-hal yang mendatangkan rasa stres untuk bisa membantu mengetahui apa yang sebenarnya mengganggu pikiran.
Pemicu stres tidak selalu berupa masalah besar. Ruang kerja yang tidak nyaman, suara yang bising, atau perjalanan yang jauh menuju tempat kerja juga bisa menjadi sumber stres.
Kenali prioritas pekerjaan
Stres di tempat kerja bisa muncul saat seseorang tidak memahami apa yang diharapkan dari pekerjaannya. Tugas yang sering berubah tanpa penjelasan juga bisa mendorong pekerjaan terasa lebih berat.
Kondisi ini membuat karyawan terus menebak apakah pekerjaannya sudah sesuai atau belum. Rasa tidak yakin lama kelamaan bisa membuat suasana bekerja menjadi tidak nyaman.
Menjaga kondisi pikiran
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan untuk mulai mengurangi membaca berita atau informasi terkait kejadian negatif di media sosial. Terlalu sering melihat informasi negatif bisa membuat pikiran semakin ruwet.
Biasakan untuk mensyukuri apa yang terjadi di hari itu. Ingatkan diri tentang hal-hal yang disyukuri setiap hari dan tuliskan di kertas. Menceritakan tentang isi hati kepada orang terdekat juga bisa membantu mengurangi beban pikiran.
Baca juga: Stres bisa memperparah jerawat? Ini penyebab dan cara mengatasinya
Lakukan teknik relaksasi
Menurut Harvard Health, melakukan relaksasi bisa membantu mengurangi ketegangan otot yang berhubungan dengan kecemasan. Salah satunya adalah dengan mencoba relaksasi otot progresif.
Duduklah dengan nyaman sambil tutup mata. Mulailah dari kaki dan lanjutkan ke bagian tubuh lainnya. Tegangkan setiap kelompok otot selama 20 detik lalu kendurkan otot selama 20 detik sambil menarik napas.
Jaga kesehatan tubuh
Kondisi fisik berpengaruh pada kemampuan tubuh menghadapi stres. Pastikan tidur cukup sekitar tujuh jam setiap malamnya. Aktif bergerak dengan melakukan olahraga ringan juga baik untuk kesehatan fisik.
Selain itu, perhatikan makanan yang dikonsumsi dengan memperbanyak makanan sehat seperti buah dan sayuran. Batasi juga mengonsumsi alkohol, rokok, dan vape untuk menjaga kesehatan tubuh dalam jangka panjang.
Batasi waktu kerja dan waktu pribadi
Pekerjaan yang terus terbawa sampai ke rumah bisa membuat pikiran sulit beristirahat. Buatlah batasan yang jelas antara pekerjaan dengan kehidupan pribadi untuk menghindari risiko stres karena pekerjaan.
Jangan lupa untuk menyisihkan waktu bersama keluarga dan teman. Batasi juga kebiasaan bekerja di luar jam kerja agar pikiran tidak terus tertuju pada pekerjaan.
Baca juga: Kenapa stres bikin kita lebih suka makanan manis? ini penjelasannya
Baca juga: 6 tanda stres pada kulit dan rambut, dari jerawat hingga uban





