Cilegon: Sebanyak enam penumpang dilaporkan mengalami cedera dalam insiden kebakaran Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Batu Mandi di perairan Merak, Banten, Selasa, 20 Oktober 2026 kemarin. Para penumpang tersebut telah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Hutapea mengatakan, informasi mengenai kondisi penumpang itu diperoleh dari pihak PT ASDP Indonesia Ferry setelah proses evakuasi dilakukan.
“Memang informasi dari teman-teman ASDP, ada lebih kurang enam penumpang yang cedera luka lecet atau mungkin ada yang panik dan itu tadi malam sudah dibawa ke Puskesmas Merak dan Rumah Sakit Krakatau Medica,” kata Maruli saat dihubungi Metro TV, Selasa, 30 Oktober 2026.
Kebakaran KMP Batu Mandi terjadi saat kapal berada sekitar 700 meter dari Pelabuhan Merak. Menurut Maruli, percikan api muncul di sekitar kolam dermaga sekitar pukul 16.34 WIB sebelum api membesar.
Baca Juga :
Manifes KMP Batu Mandi: 420 Penumpang Selamat, 89 Kendaraan
Dalam insiden tersebut, petugas mengevakuasi sekitar 420 penumpang. Seluruh penumpang yang dievakuasi kemudian ditempatkan di Dermaga 6 Eksekutif.
Setelah evakuasi selesai, pihak ASDP memprioritaskan fasilitasi bagi penumpang agar dapat melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing.
KMP Batumandi. Foto: Istimewa.
Polda Banten memastikan sebanyak 420 penumpang di kapal motor penumpang (KMP) Batu Mandi telah dievakuasi dalam keadaan selamat. KMP Batu Mandi terbakar di perairan Selat Sunda, tepatnya sekitar 700 meter dari Dermaga 6 Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten.
"Jumlah penumpang berdasarkan manifes sebanyak 420 orang, terdiri dari 393 penumpang di dalam kendaraan dan 27 penumpang pejalan kaki. Selain itu, kapal tersebut mengangkut 89 unit kendaraan," ujar Kapolda Banten, Irjen Hendra Kurniawan, Selasa, 20 Oktober 2026.




