Jangan Asal Percaya Label Ramah Lingkungan

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Benedict Wermter, Aktivis Lingkungan

REPUBLIKA.CO.ID, “Kita belum sampai ke sana,” ujar Luna Maya. Pagi itu, pada suatu Selasa beberapa bulan lalu, ia duduk di sebuah meja di luar kafe di kawasan Menteng, Jakarta. Luna memiliki naluri yang tajam untuk mengenali apa yang keliru dalam pencitraan merek dan pemasaran.

Namun, saat kami berbicara tentang keberlanjutan, satu pertanyaan terus terlintas di benak saya: mengapa konsumen begitu mudah percaya pada klaim lingkungan yang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan?

Baca Juga
  • Tekan Ledakan Sampah, TPS di Bandung Ditambah
  • Jabar Dorong Pengurangan Sampah Berbasis Komunitas
  • Inovasi Pengelolaan Sampah SCG Raih ESG Now Awards 2026

Saya bertemu dengan model dan aktris Indonesia ini karena kepeduliannya terhadap isu lingkungan. Luna adalah seorang investor sekaligus sosok yang vokal dalam upaya mengatasi krisis sampah.

Kami bertemu untuk membuat sebuah episode RICE, serial dokumenter di kanal YouTube saya, BuleSampah. Dalam episode ini, saya ingin menyelidiki mengapa konsumen di seluruh Asia, khususnya Indonesia, begitu rentan terhadap praktik greenwashing.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Luna menunjukkan satu kenyataan sederhana: banyak konsumen Indonesia memiliki kebutuhan yang lebih mendesak. Ketika anggaran rumah tangga terbatas, harga dan kepraktisan sering kali lebih diutamakan daripada keberlanjutan. Produk yang menjanjikan manfaat bagi lingkungan mungkin menarik, tetapi tetap harus terjangkau.

Benarkah sesederhana itu?

Saya telah menghabiskan bertahun-tahun menyelidiki industri plastik dan berbagai klaim lingkungannya. Yang menjadi kekhawatiran saya bukanlah kenyataan bahwa konsumen mengutamakan harga. Hal itu sepenuhnya dapat dipahami.

Masalahnya, perusahaan dapat memanfaatkan kondisi tersebut dengan memasarkan produk mereka sebagai produk berkelanjutan tanpa membuktikan manfaat lingkungan yang nyata.

Greenwashing bukan sekadar menempelkan label hijau pada kemasan plastik. Praktik ini membentuk cara masyarakat memahami suatu produk, sering kali dengan menonjolkan satu karakteristik yang dianggap positif sambil menutupi gambaran yang lebih besar.

Janji-janji ramah lingkungan telah menjadi alat pemasaran yang ampuh bagi industri barang konsumsi cepat habis atau fast-moving consumer goods (FMCG) global. Masalah muncul ketika pemasaran berkembang lebih cepat daripada perbaikan lingkungan yang sesungguhnya.

Dalam investigasi RICE, kami menemukan contoh yang cukup mencolok: sedotan minuman yang dipasarkan dengan klaim dapat didaur ulang sekaligus terurai secara hayati (biodegradable). Sekilas, kedua klaim ini terdengar seperti dua keunggulan lingkungan.

Namun, tanpa penjelasan yang memadai, konsumen bisa kebingungan mengenai karakteristik produk tersebut dan cara membuangnya dengan benar.

Dapat didaur ulang dan dapat terurai secara hayati merupakan dua sifat dan proses yang berbeda. Keduanya tidak serta-merta menjamin bahwa suatu produk memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah.

Tanpa bukti yang jelas dan informasi mengenai kondisi yang dibutuhkan, klaim semacam ini dapat menyesatkan konsumen dan menjadi bentuk greenwashing.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atlet Padel Indonesia Siap Tempur Hadapi Kualifikasi Piala Dunia
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Rocky Soraya Ungkap Proses The Doll Ghawiah Terpilih Tayang di IMAX
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Tiga Pengukir Jepara Restorasi Masjid di Bosnia
• 57 menit lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Sesi 1 Ditutup Melemah 0,84 Persen ke Level 5.234,36
• 37 menit lalukumparan.com
thumb
Penjualan Mobil PHEV September 2026 Melandai, BYD M6 DM Masih Terlaris
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.