LPS Ingatkan Mahasiswa Waspadai Risiko Transaksi Digital

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kemudahan transaksi digital menuntut generasi muda semakin cermat dalam mengelola keuangan. Penggunaan mobile banking, QRIS, hingga layanan paylater perlu diimbangi dengan pemahaman risiko agar tidak terjebak belanja impulsif, investasi yang keliru, maupun penipuan digital.

Hal tersebut ditegaskan Anggota Badan Supervisi Lembaga Penjamin Simpanan (BS-LPS), Andi Timo Pangerang, dalam kuliah umum LIKE-It (Literasi Keuangan Indonesia Terdepan) di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Selasa, 20 Oktober 2026.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Andi Timo mengingatkan, kemudahan teknologi finansial tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan seseorang mengambil keputusan keuangan yang tepat. Tanpa pemahaman yang memadai, akses transaksi yang semakin cepat justru dapat meningkatkan risiko pengeluaran berlebihan hingga kehilangan uang akibat penipuan.

“Semakin mudah transaksi dilakukan, semakin penting bagi kita untuk berpikir kritis sebelum mengambil keputusan finansial. Kenali produk investasinya, pahami risikonya, dan pilih dengan sadar,” ujar Andi Timo Pangerang.

Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak mahasiswa. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kendali atas pengeluaran, memahami perlindungan simpanan, serta mengembangkan aset melalui instrumen investasi yang sesuai dengan kemampuan dan profil risiko.

Andi Timo kemudian memperkenalkan tiga prinsip dasar pengelolaan keuangan digital, yakni Control, Protect, dan Growth. Ketiganya menjadi panduan bagi mahasiswa agar mampu memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak sekaligus menjaga kesehatan finansial.

Prinsip Control menekankan pentingnya mengendalikan dan mencatat seluruh pemasukan serta pengeluaran bulanan. Dengan pencatatan yang teratur, mahasiswa dapat mengetahui pola belanja, mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu, dan menyusun anggaran sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Protect berkaitan dengan upaya menjaga keamanan finansial. Mahasiswa didorong memahami keamanan transaksi digital serta mekanisme dan syarat penjaminan simpanan perbankan oleh LPS.

Adapun prinsip Growth mengarahkan generasi muda untuk mengembangkan aset melalui instrumen investasi yang legal dan sesuai profil risiko. Beberapa pilihan yang dapat dipelajari antara lain deposito, emas, dan saham.

Melalui pemahaman ketiga prinsip tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan kemudahan layanan keuangan digital, tetapi juga lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran, melindungi dana, dan mengambil keputusan investasi.

Literasi keuangan menjadi semakin penting di tengah perkembangan layanan finansial yang menawarkan kemudahan dan kecepatan transaksi. Kemampuan mengenali risiko serta memahami karakteristik setiap produk menjadi bekal bagi generasi muda untuk membangun kondisi keuangan yang sehat dan berkelanjutan. (edo)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Dibuka Menghijau, Naik 0,61 Persen ke Level 5.310 Pagi Ini
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Kapal Batu Mandi Terbakar di Merak, Penumpang Dievakuasi 
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini 21 Oktober 2026 Turun Jadi Rp2.554.000 per Gram
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Rusia Serang Ukraina Timur, 4 Orang Tewas
• 12 jam laludetik.com
thumb
Bantah Kuota BBM Bali Dipangkas, Bahlil: Saya Malah Menambah
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.