JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dampak tidak langsung Siklon Tropis Champi terhadap sejumlah perairan Indonesia berupa gelombang laut setinggi 2,5-4 meter.
Berdasarkan pembaruan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta pada Rabu (21/10/2026) pukul 07.00 WIB, potensi dampak tersebut berlaku selama 24 jam ke depan, hingga Kamis (22/10/2026) pukul 07.00 WIB.
Baca Juga: Cuaca Besok Rabu 21 Oktober 2026: Siklon Champi di Utara Halmahera, Waspada Hujan Petir
Wilayah Perairan yang Berpotensi Mengalami Gelombang TinggiDalam informasi yang dirilis TCWC Jakarta, potensi dampak Siklon Tropis Champi terhadap perairan Indonesia terbagi menjadi dua kategori ketinggian gelombang.
Gelombang setinggi 2,5-4 meter atau kategori rough sea berpotensi terjadi di:
- Laut Maluku.
- Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Sementara itu, gelombang setinggi 1,25-2,5 meter atau kategori moderate sea berpotensi terjadi di:
- Perairan Kepulauan Talaud hingga perairan utara Papua Barat Daya.
- Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.
Potensi gelombang tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama nelayan dan operator pelayaran.
Baca Juga: BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat 20-26 Oktober 2026, Ini Rincian Wilayahnya
Kondisi gelombang dapat memengaruhi keselamatan pelayaran, sehingga informasi cuaca maritim perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan atau kegiatan di perairan.
Posisi Siklon Tropis Champi dan Prakiraan IntensitasnyaBMKG TCWC Jakarta melaporkan bahwa Siklon Tropis Champi berada di Laut Filipina, sebelah timur laut Filipina.
Dengan posisi tersebut, dampaknya terhadap Indonesia diprakirakan bersifat tidak langsung, antara lain berupa peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan.
Dalam prakiraan 24 jam ke depan, kecepatan angin maksimum Siklon Tropis Champi diperkirakan menurun.
Infografis BMKG menyebut intensitasnya berada pada kategori empat, dengan pergerakan ke arah barat-barat laut.
Perkembangan posisi dan intensitas siklon tetap perlu dipantau karena kondisi sistem tropis dapat berubah seiring waktu.
Baca Juga: BMKG: Titik Panas di Kalimantan Tengah Melonjak Jadi 937, Suhu Jawa Barat Capai 38,5 Derajat Celcius
Siklon Tropis Champi Berkembang dari Bibit Siklon 96WMenurut BMKG, Siklon Tropis Champi berkembang dari Bibit Siklon Tropis 96W.
Sistem tersebut mencapai intensitas siklon tropis pada 15 Oktober 2026 pukul 19.00 WIB, ketika masih berada di luar wilayah pemantauan atau Area of Monitoring (AoM) TCWC Jakarta.
Champi kemudian memasuki wilayah pemantauan TCWC Jakarta pada 19 Oktober 2026 pukul 01.00 WIB.
• Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya
• Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua
Masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran di wilayah yang berpotensi terdampak dapat memantau perkembangan siklon tropis serta informasi gelombang melalui situs resmi BMKG di https://tropicalcyclone.bmkg.go.id.
Baca Juga: Peringatan Dini BMKG 21-22 Oktober 2026: Aceh dan Jawa Barat Siaga
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- Siklon Tropis Champi
- gelombang tinggi
- cuaca maritim
- cuaca Indonesia
- cuaca perairan





