REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Sikap negara-negara Balkan terhadap perang genosida yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza sangat beragam. Sebagian negara menunjukkan dukungan terhadap Palestina, sementara negara lainnya mempertahankan hubungan erat dengan Israel.
Padahal, secara umum, negara-negara Eropa menunjukkan sikap yang relatif sejalan dalam menyikapi perang tersebut dan menyampaikan kekhawatiran terhadap tindakan Tel Aviv.
Baca Juga
Nikmat Kedua Kaki, Apa Rahasianya dalam Alquran dan Hadis? Ini Jawaban Studi Ilmiah
Pernahkah Anda Renungkan Akhir Ayat Alquran Ditutup dengan Irama yang Sama? Ini Rahasianya
Ini Rahasia di Balik Warna-warni Alam dari Tumbuhan, Bebatuan, hingga Gunung Menurut Alquran
Para pakar menilai, perbedaan kebijakan terhadap Israel di kawasan Balkan mencerminkan pertimbangan politik dalam negeri, diplomasi yang berlandaskan kepentingan timbal balik, serta persoalan identitas yang belum terselesaikan. Perbedaan itu bukan didasarkan pada pandangan bersama mengenai Timur Tengah.
Dalam keterangannya kepada Aljazeera English, dikutip Rabu (21/10/2026), analis International Crisis Group, Marko Prelec, mengatakan bahwa hampir tidak ada kesamaan sikap di antara negara-negara Balkan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
“Karena itu, tidak mengherankan jika sikap mereka terhadap Israel dan Gaza sangat beragam,” ujarnya. Ia menambahkan setiap negara menempuh jalannya sendiri.
Prelec menjelaskan, meskipun terdapat simpati yang nyata terhadap rakyat Palestina dan rasa muak terhadap kebijakan Israel di Gaza, terutama di kalangan Muslim Bosnia, sebagian besar negara di kawasan tersebut menentukan sikap berdasarkan kepentingan yang tidak berkaitan langsung dengan konflik ini.
Sementara itu, Florian Bieber, profesor sejarah dan politik Eropa Tenggara di Universitas Graz, Austria, menilai bahwa tercapainya kesepakatan regional mengenai Israel hampir mustahil.
Menurutnya, sikap terhadap Israel sangat dipengaruhi oleh politik domestik dan narasi nasional masing-masing negara. Kondisi ini bahkan menyulitkan suatu negara untuk mempertahankan sikap yang konsisten di dalam negeri.
Bosnia dan Herzegovina: Perbedaan sikap antarentitas
Perpecahan tersebut terlihat paling jelas di Bosnia dan Herzegovina. Perang di Jalur Gaza semakin memperdalam perbedaan etnis dan nasional yang sebelumnya telah ada di negara itu.