Kerusuhan di Prancis: Muncul 54 Kelompok, Siapa yang Mengendalikan di Balik Layar?

erabaru.net
1 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com Baru-baru ini, Prancis dilanda gelombang demonstrasi besar-besaran yang dengan cepat berkembang menjadi kerusuhan yang meluas ke seluruh negeri. Balai Kota Limoges yang telah berdiri selama 143 tahun dibakar hingga hancur. Sementara itu, gerai-gerai mewah Louis Vuitton, Hermès, dan Apple di Paris, Marseille, serta sejumlah kota lainnya dijarah.

Mengapa demonstrasi mahasiswa ini dengan cepat berubah menjadi aksi perusakan berskala nasional?

Laporan investigasi Fox News mengungkapkan bahwa di balik kerusuhan tersebut terdapat 54 kelompok. Kelompok-kelompok itu memiliki keterkaitan dengan gerakan sayap kiri radikal dan komunisme, serta perusahaan-perusahaan yang diduga turut mendorong aksi tersebut melalui jaringan modal transnasional.

Akhir pekan lalu dianggap sebagai salah satu malam paling penuh kekerasan di Eropa dalam beberapa dekade terakhir.

Di seluruh Prancis, terjadi lebih dari 110 insiden kerusuhan. Satu orang tewas, lebih dari 500 polisi terluka, dan lebih dari 2.400 orang ditangkap.

Untuk membahas topik hari ini, kami mengundang beberapa narasumber, yaitu Li Su, jurnalis senior; Lan Shu, jurnalis senior; dan Zhou Ziding, pembawa acara program Military Intelligence Bureau. Selain itu, Liao Tianqi, presiden organisasi Voice of Europe, juga telah diwawancarai oleh kami sebelumnya..

Pertanyaan dan pembahasan

1. Li Su

Pada hari Minggu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan pidato nasional melalui televisi. Ia dengan keras mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh “militan dari kelompok sayap kiri radikal dan sejumlah besar pelaku kriminal”.

Macron berjanji akan meminta para pelaku perusakan bertanggung jawab atas kerugian yang ditimbulkan dan menghadapi konsekuensi hukum. Ia juga memberi wewenang kepada pejabat daerah untuk melarang demonstrasi tertentu apabila diperlukan.

Macron secara khusus menekankan pentingnya membedakan “para demonstran yang damai” dari “para perusuh”.

Apakah hal ini menunjukkan bahwa pemerintah telah menyadari bahwa organisasi dan motif di balik kerusuhan ini tidak sesederhana yang terlihat?

2. Liao Tianqi

Gelombang demonstrasi ini awalnya diprakarsai oleh para siswa sekolah menengah di kawasan miskin di pinggiran utara Paris. Tuntutan awal mereka hanya berkaitan dengan kekurangan tenaga pengajar dan kondisi gedung sekolah yang sudah tua.

Mengapa aksi tersebut dengan cepat meluas dan berkembang menjadi kerusuhan?

Berdasarkan pengamatan langsung Anda di Eropa, apa sebenarnya penyebab yang memicu demonstrasi besar-besaran ini?

Laporan investigasi Fox News Digital mengungkapkan bahwa dari 54 kelompok yang terlibat dalam mobilisasi aksi, kelompok mahasiswa dan pemuda yang sesungguhnya hanya berjumlah sekitar sepertiga, yakni 16 kelompok. Sementara itu, 38 kelompok lainnya seluruhnya dipimpin oleh orang dewasa, termasuk partai komunis, organisasi sayap kiri radikal, serikat pekerja, dan lembaga propaganda internasional.

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa di lokasi demonstrasi terdapat kelompok radikal yang mengibarkan bendera komunisme dengan simbol “perjuangan kelas” serta “arit dan palu”.

Di balik gerakan tersebut, media pro-Partai Komunis Tiongkok (PKT) bernama BreakThrough News diduga turut mendorong aksi tersebut. Media itu didanai oleh Neville Roy Singham, seorang taipan teknologi berhaluan Marxis yang tinggal di Shanghai.

3. Zhou Ziding

Menurut Anda, mengapa tuntutan pendidikan yang disampaikan secara damai oleh para siswa justru melibatkan begitu banyak kelompok di belakang layar, hingga akhirnya berubah menjadi gerakan politik ekstrem?

Hubungan apa saja antara kedua hal tersebut yang perlu kita pahami dan klarifikasi?

4. Lan Shu

Saat ini, sebanyak 28 organisasi pemuda komunis berencana menggelar aksi mogok yang dikoordinasikan lintas negara pada 20 November.

Menurut Anda, apa tujuan politik utama yang ingin mereka capai?

5. Li Su

Di Portugal, puluhan ribu orang turun ke jalan untuk memprotes tingginya harga rumah dan inflasi. Di Milan dan Bologna, Italia, demonstrasi memicu bentrokan antara polisi dan massa. Demonstrasi mahasiswa berskala besar yang disertai kerusuhan juga terjadi di Belgia dan Albania.

Bagaimana Anda melihat efek berantai dari gelombang demonstrasi ini yang kini menyebar ke berbagai wilayah Eropa?

6. Liao Tianqi

Jika dilihat dari perspektif internasional yang berpusat pada Eropa, apa penyebab mendasar dari kerusuhan kali ini?

Dalam kondisi seperti apa Eropa saat ini? Bagaimana situasi tersebut dapat diubah secara mendasar?

7. Zhou Ziding

Hari ini, Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu menyatakan bahwa ia telah meminta pemerintah daerah untuk memberlakukan jam malam di wilayah-wilayah tertentu mulai malam ini.

Menurut Anda, apakah jam malam dan langkah-langkah pengendalian keamanan tersebut dapat secara efektif menghentikan kerusuhan?

Untuk menyelesaikan krisis ini hingga ke akar permasalahannya, penyesuaian kebijakan seperti apa yang perlu dilakukan?

8. Lan Shu

Secara keseluruhan, di tengah tekanan kesulitan ekonomi dan meluasnya pengaruh komunisme serta kelompok sayap kiri radikal, bagaimana negara-negara demokrasi Barat dapat mengatasi krisis kepercayaan masyarakat sekaligus mencegah semakin terkikisnya sistem demokrasi?

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tegang! China Kirim Pasukan Awasi Kapal Perang AS di Laut China Selatan
• 20 jam laludetik.com
thumb
Garda Revolusi Iran Siap Targetkan Kabel Internet di Selat Hormuz sebagai Sasaran
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tata Kelola Museum dan Galeri Seni Indonesia Perlu Terus Diperkuat
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jaga Keandalan Listrik Sulawesi, PLN Tambah Pembangkit 50 MW di Sigi
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jadwal Sidang Perdana Eks Wamen Imipas Silmy Karim
• 1 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.