Pemerintah Indonesia telah menetapkan target ketat terkait lokalisasi industri kendaraan listrik melalui aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan mewajibkan pemenuhan ambang batas kandungan minimal 60 persen mulai 2027 nanti.
Sejumlah pabrikan yang memiliki pabrik mandiri mayoritas mengaku telah siap menyambut kebijakan baru tersebut, namun menjadi tantangan tersendiri bagi pemain yang baru saja menjajakan kakinya di Tanah Air. Salah satunya adalah Leapmotor.
Brand Head of Leapmotor Indonesia, Samuel Christian Wowor menyatakan bahwa produknya yang dirakit secara lokal oleh Indomobil Group saat ini baru mengantongi capaian kandungan dalam negeri yang saat ini masih berlaku.
"B10 dan C10 semuanya sudah CKD di sini, di pabriknya Indomobil. Secara TKDN kita sudah 40 persen untuk Leapmotor. Lalu itu kan aturannya nanti berjalan di 2027, masih ada waktu dan ya kita bakal komit sama ikut juga aturan pemerintah," katanya di Sentul, Jawa Barat, Selasa (20/10).
Guna mengejar sisa target 20 persen kandungan lokal, Samuel bilang pihaknya harus melakukan studi mendalam pada berbagai komponen manufaktur. Sektor investasi perakitan baterai hingga komponen pendukung menjadi fokus penataan rantai pasok perusahaan.
"TKDN itu kan ada beberapa komponen. Nah, salah satu yang lagi kita studi sih dari hampir yang mana yang kira-kira bisa membantu kita buat achieve si 60 persen ini. At the end tetap kita bakal ngikutin aturan pemerintah," terang Samuel.
Meskipun menyatakan komitmennya, Leapmotor tak menampik bahwa penambahan waktu atau kelonggaran dari pemerintah akan sangat membantu bagi merek-merek baru di Indonesia. Opsi penundaan atau penyesuaian jadwal dinilai akan memberi napas ekstra bagi persiapan investasi.
"Kalau dikasih waktu lebih lagi tambahan mungkin bersyukur juga. Tapi ya kita at the end ya, kan pemerintah regulator-nya, jadi ya kita follow pemerintahnya," imbuh Samuel yang juga menyebut tim internal perusahaan tengah mengalkulasi elemen lokalisasi demi memenuhi tenggat waktu regulasi.
Di sisi lain, pemenuhan TKDN yang lebih tinggi artinya ada penambahan modal investasi. Samuel bilang, segala penyesuaian manufaktur berpotensi adanya penyesuaian harga jual unit Leapmotor ke depannya.
"Setiap kali ada (peningkatan TKDN) itu kan berarti kita membuat investment lagi. Jadi mengungkit investasi itu kan berarti ada modal lagi, kemungkinan itu bakal terabsorbsi ke biayanya, mengabsorbsi biaya kendaraan itu sendiri," pungkasnya.
PT Indomobil National Distributor yang juga agen pemegang merek Leapmotor telah memastikan dua produknya yakni B10 dan C10 akan dirakit di dalam negeri. Fasilitasnya menggunakan pabrik PT National Assembler (NA) di Jawa Barat.




