Penguatan Alutsista TNI Era Pemerintahan Prabowo: Fregat Italia, Jet Rafale, dan Ranpur Amfibi Diterima

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Dua Tahun Gerak Nyata pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ditandai dengan penguatan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI. 

Sejumlah kapal perang, pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, hingga kendaraan tempur amfibi didatangkan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus mendukung tugas kemanusiaan.

Pengadaan alutsista ini menjadi bagian dari upaya membangun kekuatan militer yang adaptif, mengingat Indonesia memiliki wilayah luas dan terdiri atas ribuan pulau.

BACA JUGA:Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Sore Ini, Evaluasi 2 Tahun Pemerintahan Jadi Sorotan

Presiden Prabowo menegaskan, kekuatan TNI tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga kedaulatan, tetapi juga membantu masyarakat menghadapi berbagai kesulitan.

“TNI adalah alat negara yang sangat besar peranannya dalam menghadapi bencana, menghadapi kesulitan, menghadapi masalah-masalah kepentingan masyarakat. Jadi saya kira ini akan menambah kemampuan kita. Wilayah kita sangat besar, sebesar Eropa, kemudian sekian belas ribu pulau. Udara bagi kita sangat-sangat menentukan,” ujar Prabowo, ditulis Selasa (20/10).

Ia menambahkan, pembangunan kekuatan militer harus diarahkan agar TNI semakin efektif dalam menjalankan tugasnya.

“Dan yang sangat penting, semua TNI sekarang kita bangun untuk menjadi lebih efektif, tidak hanya menjaga wilayah, tapi juga mengamankan dan mendukung pembangunan nasional,” katanya.

BACA JUGA:Realisasi Investasi 2 Tahun Pemerintahan Prabowo Tembus Rp3.923 T, Serap 5,4 Juta Pekerja

Kapal Perang dan Kapal Induk Perkuat Pertahanan Laut

Dua fregat buatan Italia, KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, menjadi bagian dari penguatan armada TNI AL. Kapal produksi Fincantieri tersebut diserahkan secara bertahap. 

Kedua kapal kini memperkuat Koarmada II di Surabaya untuk mendukung pengamanan wilayah laut Indonesia.

Selain fregat, TNI AL juga menerima Kapal Cepat Rudal (KCR) baru yang bernama KRI Belati. Ini merupakan kapal perang multifungsi yang dapat difungsikan sebagai kapal patroli maupun kapal kombatan yang diproduksi di dalam negeri.

Terbaru, Indonesia juga menerima KRI Sriwijaya-100, kapal induk eks Angkatan Laut Italia yang diperoleh melalui hibah dan secara resmi diterima pada 24 September 2026. 

Kapal sepanjang 180,2 meter ini memiliki dek penerbangan yang dapat menampung sejumlah helikopter dan pesawat nirawak, serta mampu mencapai kecepatan sekitar 30 knot.

BACA JUGA:CEO GoTo & Sekjen Komdigi Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Digital di Bali Tech Week 2026

A400M dan Rafale Perkuat Kekuatan Udara
  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Elon Musk Perintahkan Layanan Starlink untuk Militer Ukraina Diperlambat
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Komisi X DPR Dukung Kebijakan Tidak Naik Kelas Mulai 2027
• 42 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Bantu Warga Terdampak Gempa di Manggarai, Untar Beri Pelayanan Kesehatan dan Pendampingan
• 5 jam lalujpnn.com
thumb
Bentangkan Spanduk 5 Tuntutan Rakyat, Mahasiswa Teriak Revolusi
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Menlu Tata Menghadap Prabowo, Laporkan Hasil Kunjungan Sekjen PBB ke RI
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.