Elon Musk Perintahkan Layanan Starlink untuk Militer Ukraina Diperlambat

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

California: Pendiri SpaceX, Elon Musk, memerintahkan perlambatan layanan Starlink versi militer yang digunakan oleh pasukan Ukraina.

Tindakan ini memicu kepanikan di Kyiv dan menimbulkan kebingungan di dalam pemerintahan Trump, menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada Selasa 20 Oktober 2026.

Para pejabat AS yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan kepada WSJ bahwa Musk membatasi kecepatan layanan internet satelit Starlink yang digunakan oleh Ukraina, sehingga membuat sejumlah drone militer mereka praktis tidak dapat berfungsi.

Baca Juga :

Trump Bantah Hentikan Starlink untuk Ukraina, Zelensky Sebut Ada Pembatasan
Baik Musk maupun Presiden Donald Trump telah menyatakan kemarahan mereka terhadap Ukraina karena menyerang kilang minyak diesel Rusia dalam beberapa pekan terakhir, sebuah tindakan yang menurut Trump menjadi penyebab tingginya harga minyak.

Sumber-sumber yang dikutip dalam laporan tersebut menyebutkan bahwa Musk dan Trump mendiskusikan keputusan terkait Starlink ini, baik sebelum maupun sesudah perlambatan tersebut diketahui publik pekan lalu. Meski demikian, Trump membantah telah memerintahkan perlambatan tersebut.

Beberapa jam setelah perlambatan itu terungkap, Musk menulis di platform X bahwa "setiap batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS" (akronim untuk Presiden Amerika Serikat).

Pada Senin 19 Oktober, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia tidak mengetahui siapa yang bertanggung jawab atas perlambatan Starlink tersebut, seraya menambahkan, "tetapi saya ingin mencari tahu."

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan, pada hari Selasa bahwa "kami tidak menarik dukungan apa pun," namun menambahkan bahwa "Starlink memiliki opsi untuk mengambil keputusan terkait ketentuan layanannya sendiri."

"Kami tidak mengeluarkan arahan apa pun atau semacamnya," tambah Hegseth, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 21 Oktober 2026.

Setelah perlambatan Starlink diberlakukan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa "warga Ukraina bisa kehilangan nyawa jika layanan tanpa batasan tersebut tidak dipulihkan."

Beberapa pejabat AS mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa "Musk bertindak secara sepihak dan Trump tidak secara khusus memerintahkan tindakan balasan apa pun terhadap Ukraina."

Akan tetapi, sumber lain yang mengetahui situasi tersebut mengungkapkan kepada WSJ bahwa Musk "sempat berbicara dengan sejumlah pejabat senior pemerintahan, termasuk Trump, sebelum menerapkan pembatasan kecepatan baru tersebut."

Menurut para pejabat Ukraina, kebijakan ini membuat rudal-rudal Rusia mampu menembus pertahanan mereka. Perlambatan tersebut, yang dimulai pada 14 Oktober, terjadi menyusul sejumlah pengumuman dan pernyataan dari pemerintahan Trump yang dianggap oleh para pejabat Ukraina sebagai sikap bermusuhan terhadap Ukraina, termasuk kritik terhadap Zelensky, baik dari Trump maupun Musk.

Menurut laporan tersebut, hal ini membuat pihak Ukraina langsung mencurigai bahwa perintah itu datang dari sang presiden atau dari Musk.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Forek Hulu Migas 2026 Jadi Wadah Kolaborasi Perkuat Industri Hulu Migas Nasional
• 19 menit lalumetrotvnews.com
thumb
OJK Buka Peluang Sanksi Emiten Lain Usai Kasus CUAN, BREN, dan DSSA
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Perintah Megawati, PDIP Resmi Pecat Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo
• 3 jam laludisway.id
thumb
Tercium Motif Terselubung, Ada Nafsu Kelompok Ingin Cepat Berkuasa di Balik Polemik Ijazah Gibran
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Subagyo HS di Mabesad
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.