DPR: Jika Perusahaan Asing Terlibat Karhutla, Cabut Izinnya Lalu Pidanakan

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Robert J Kardinal mendukung langkah Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto mengusut dugaan keterlibatan pihak asing dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Indonesia.

Robert meminta Polri tidak hanya mengungkap dugaan keterlibatan entitas asing, tetapi juga menelusuri pihak yang bertanggung jawab dan memastikan korporasi yang terbukti melanggar hukum mendapat sanksi setimpal.

Advertisement

BACA JUGA: Ketua Komisi III Wanti-wanti RUU Perampasan Aset: Rentan Jadi Bumerang

“Langkah Kapolri membongkar dugaan keterlibatan pihak asing dalam kasus karhutla ini harus kita kawal bersama. Saya sebagai anggota Komisi IV DPR mendukung penuh kepolisian untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu," kata Robert di Jakarta seperti dilansir Antara, Rabu (21/10/2026).

Menurut Robert, pengusutan tersebut penting di tengah besarnya penguasaan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit oleh investor asing di Indonesia. Ia mengingatkan, kepentingan ekonomi dari investasi tidak boleh menjadi pembenaran bagi perusahaan untuk mengabaikan hukum dan merusak lingkungan.

"Jangan sampai ada korporasi asing yang mengeruk keuntungan ekonomi di bumi Nusantara, tetapi merusak lingkungan kita dan merugikan rakyat lewat praktik pembakaran lahan," tegasnya.

Mengutip laporan industri Palm Oil Magazine 2024, Robert menyebut investor asing diperkirakan menguasai atau mengelola sekitar 2 juta hingga 3 juta hektare perkebunan sawit nasional, terutama melalui kelompok korporasi regional asal Malaysia dan Singapura.

Ia juga merujuk data Kementerian Investasi/BKPM mengenai aliran modal asing di sektor pertanian. Dalam data tersebut, investor asal Singapura disebut menguasai 53,7 persen dan Malaysia 15,8 persen.

Sementara itu, realisasi penanaman modal asing di sektor pertanian pada periode 2015 hingga Maret 2021 tercatat mencapai 9,5 miliar dolar AS. Adapun investasi pada hilirisasi kelapa sawit hingga September 2026 disebut telah mencapai Rp 44,4 triliun.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Briptu Asky Rizal Toding Ditantang Boxing Bintang Sinetron Usai Bersikap Arogan terhadap Mahasiswa
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Bank sentral Yaman perintahkan pembekuan 135 rekening terkait Houthi
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Krisis Biaya Hidup Picu Gelombang Protes di Eropa, dari Prancis hingga Albania
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Pilu! Suami Telah Tiada, Ibu di Ponorogo Meninggal di Atas Motor dan Anak Menunggu di Samping
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
RUU Migas Diharapkan Dongkrak Investasi, Produksi Minyak RI Baru 600 Ribu Barel
• 21 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.