Perekonomian RI Tetap Tangguh, Menkeu Suahasil dan Gubernur BI Lapor Prabowo Soal APBN Q4 Rp1.300 T

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan kondisi ekonomi Indonesia masih tangguh di tengah gejolak ekonomi global.

Hal tersebut telah dilaporkannya kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang membahas perekonomian di Istana Negara, Senin (19/10).

Pada kesempatan itu, ia mengatakan dinamika global masih perlu diwaspadai karena sejumlah kekuatan ekonomi utama dunia tengah menghadapi ketidakpastian.

BACA JUGA:Realisasi Investasi Hingga Kuartal III Sentuh Rp1.539 T, Capai 75 Persen Target 2026

Sebagai contoh, ia menyebutkan bahwa Amerika Serikat (AS) tengah mengalami inflasi tinggi, di mana inflasi September mencapai 3,7 persen secara tahunan atau meningkat dari 3,4 persen pada bulan sebelumnya. Sementara itu, perekonomian kawasan Eropa juga tengah menghadapi gejolak.

Risiko-risiko tersebut dinilai menjadi tantangan bagi Indonesia. Kendati demikian, Suahasil mengatakan perekonomian Indonesia masih kokoh, sebagaimana tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,5 persen. Sementara itu, inflasi pada September 2026 tetap terjaga di level 3,28 persen secara tahunan.

"Kami melaporkan kepada Bapak Presiden kondisi ekonomi makro masih sangat resilient, kondisi transaksi di masyarakat juga masih sangat resilient. Jadi, kita akan terus menjaga stabilitas ke depan dan tetap mendorong pertumbuhan,” ujar Suahasil.

BACA JUGA:Teks Ikrar Hari Santri 2026 Lengkap Doa Resmi Kemenag, Dibaca saat Upacara 22 Oktober

Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah akan tetap menggunakan instrumen fiskal untuk menjaga momentum pertumbuhan dan melindungi masyarakat dari gejolak eksternal.

Suahasil menyebutkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan tetap digunakan untuk membiayai program-program prioritas guna menopang pertumbuhan ekonomi. Namun, pada saat yang sama, pemerintah juga memastikan bahwa belanja negara tetap dilaksanakan secara efisien dan tepat sasaran.

Pada kuartal IV 2026, Suahasil mengatakan belanja pemerintah diperkirakan mencapai sekitar Rp1.300 triliun, meningkat dari Rp1.200 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Belanja tersebut akan diarahkan untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan memperkuat perlindungan sosial, termasuk melalui kelanjutan program bantuan pangan.

"Dengan belanja pemerintah yang lebih tinggi berarti dorongan dari belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan ada efek positif. Ini yang kita cari sehingga APBN itu tidak hanya menumbuhkan ekonomi, tetapi juga melindungi masyarakat yang dilaksanakan dengan cara yang efisien sehingga tetap kredibel," jelas dia.

BACA JUGA:Jeritan Sektor Riil dan Pekerja Lapangan di Tengah Tekanan Ekonomi

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan perekonomian Indonesia masih stabil. Hal ini tercermin dari inflasi inti pada September 2026 yang tercatat sebesar 2,84 persen secara tahunan.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kampus Didorong Pangkas Emisi, Panduan Net Zero Campus Diluncurkan
• 17 jam laludisway.id
thumb
Wajah Trotoar Cikini: Lengang hingga Diserobot PKL
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Alhamdulillah, Fajar Sadboy Beli Rumah Pertama di Usia 19 Tahun
• 22 jam lalugrid.id
thumb
BRIN Identifikasi Benda Misterius di Sampit Serpihan Roket Milik Tiongkok
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Puluhan Siswa di Cirebon Alami Gejala Keracunan Usai Santap MBG
• 19 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.