Lombok Mulya Craft, UMKM Binaan Pertamina yang Berdayakan Perajin Lokal

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Pulau ini juga memiliki beragam kerajinan tangan yang menjadi daya tarik bagi wisatawan, salah satunya aksesori berbahan mutiara.

Salah satu pelaku usaha kerajinan tersebut adalah Mulyadi. Mendirikan Lombok Mulya Craft pada 2010, Mulyadi turut melibatkan para perajin lokal hingga peternak mutiara dari desa Desa Masbagik Timur, Kabupaten Lombok Timur, dan sekitarnya. Produk yang dihasilkan pun cukup beragam, mulai dari aksesori untuk menunjang penampilan, perlengkapan rumah tangga, dekorasi, hingga cinderamata khas Lombok.

Namun, Mulyadi mengaku bahwa mempertahankan usaha kerajinan tradisional di tengah perubahan tren dan persaingan pasar bukanlah perkara mudah. Mulyadi harus terus mencari cara agar produk kerajinannya tetap diminati sekaligus mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Tantangan pun semakin berat ketika pandemi COVID-19 melanda. Menurunnya aktivitas pariwisata dan permintaan produk kerajinan membuat usaha Mulyadi terdampak. Bahkan, kegiatan produksi para perajin sempat terhenti akibat minimnya pesanan.

Dukungan Pertamina Buka Peluang Pasar Lebih Luas

Di tengah kondisi tersebut, peluang untuk kembali mengembangkan usaha mulai terbuka. Salah satunya melalui dukungan PT Pertamina (Persero).

Di tahun pertamanya menjadi UMKM binaan Pertamina pada 2021, Lombok Mulya Craft langsung dipercaya menyediakan cendera mata untuk stan Pertamina dalam ajang World Superbike (WSBK) di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok, NTB. Dalam kesempatan tersebut, Lombok Mulya Craft menyiapkan sejumlah produk kerajinan, termasuk bros dan gelang mutiara yang mengangkat identitas Sirkuit Mandalika serta budaya khas Lombok.

Bagi Mulyadi, kesempatan tersebut menjadi momentum penting untuk kembali menggerakkan aktivitas produksi setelah menghadapi masa sulit selama pandemi. Pesanan yang diterima tidak hanya membantu keberlangsungan bisnisnya, tetapi juga memberikan pekerjaan bagi para perajin yang terlibat.

"Sejujurnya, tantangan terbesar kami adalah pemasaran. Syukurlah, kami bertemu Pertamina yang membantu memasarkan produk. Jadi, kami tidak takut lagi untuk memproduksi atau berkreasi dengan motif dan desain baru," ungkap Mulyadi.

Dukungan Pertamina berlanjut dengan mengikutsertakan Lombok Mulya Craft dalam pameran International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) October Vol. 5 2026 pada 7-11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Di pameran tersebut, Lombok Mulya Craft berkesempatan memperkenalkan produk kerajinan khas Lombok kepada pengunjung dari luar Nusa Tenggara Barat. Menurut Mulyadi, momen ini juga ia manfaatkan untuk memperluas jaringan pemasaran hingga bertemu calon mitra baru.

Melalui dukungan akses pasar dan kesempatan mengikuti berbagai kegiatan, Mulyadi berharap Lombok Mulya Craft dapat terus mengembangkan usahanya sekaligus melestarikan kekayaan kerajinan khas Lombok.

Dukungan dan pembinaan Pertamina turut memberikan dampak positif terhadap perkembangan bisnis Lombok Mulya Craft, terutama dalam membuka akses pemasaran yang lebih luas. Melalui berbagai kegiatan promosi, produk kerajinan khas Lombok ini semakin dikenal, bahkan berhasil menarik minat pembeli dari luar negeri.

"Alhamdulillah, produk kami sudah pernah digunakan sebagai suvenir oleh pelanggan dari Norwegia. Kami juga pernah mendapat pesanan dari Jepang dan mengirim beberapa produk ke Australia untuk acara keluarga," ungkapnya.

"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas produksi dan memperluas pasar agar keterampilan serta penghasilan masyarakat setempat juga bisa ikut berkembang," tambah Mulyadi.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan melalui program kemitraan, Pertamina memperkuat komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM.

"Dukungan berupa pelatihan, pendampingan, permodalan, dan akses pasar yang berkelanjutan menjadi bekal bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing, memperluas peluang usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata Baron.

Baron menambahkan, dukungan terhadap UMKM merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang bertujuan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

Melalui fasilitasi pameran dan perluasan akses pasar, Pertamina berharap UMKM binaannya tidak hanya mampu meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun kemitraan yang memberikan manfaat jangka panjang. Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak UMKM lokal untuk tumbuh dan berdaya saing, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha kerajinan tradisional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Serap 340.334 Tenaga Kerja
• 22 menit lalukumparan.com
thumb
Polisi: 33 Kasus Karhutla di Kalbar Libatkan Korporasi
• 8 jam laludetik.com
thumb
Arsip Foto ”Kompas”: Kaset Bajakan yang Mengusik Dunia
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Jakarta Naik Peringkat Kota Global, Ini Catatan di Sektor Ekonomi dan Lingkungan
• 42 menit lalukumparan.com
thumb
Daya Beli Disorot! Survei Poltracking: 45,9 Persen Publik Keluhkan Harga Kebutuhan Pokok
• 21 jam lalucumicumi.com
Berhasil disimpan.