Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Listyo Sigit Prabowo mendorong percepatan industrialisasi dan hilirisasi nasional untuk memperkuat daya saing ekonomi, meningkatkan nilai tambah, dan menciptakan lapangan kerja.
Listyo mengatakan, keberhasilan industrialisasi perlu didukung tenaga kerja yang kompeten, industri berdaya saing, serta hubungan industrial yang harmonis. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
“Dengan penguatan regulasi, percepatan hilirisasi, dan pengembangan industrialisasi nasional, kita berharap ribuan bahkan ratusan ribu industri baru dapat tumbuh dan berkembang, sehingga membuka peluang terciptanya lapangan pekerjaan secara luas,” ujar Listyo dalam keterangannya, Rabu (21/10).
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
“Mari kita satukan tekad, perkuat sinergi, dan terus berkarya untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Sebelumnya Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, hilirisasi akan terus berlanjut. Ia menyebut, Presiden Prabowo dalam waktu dekat bakal meresmikan research center mengenai genome sequencing di Toba.
Menurut Luhut, di era Prabowo hilirisasi semakin digencarkan, ada dari pertanian yakni hilirisasi kratom, dan hilirisasi kemenyan.
"Ini saya kira juga kemajuan lain ya persiapan kami untuk ini segera bisa digelar. Dan Presiden bersedia nanti kalau semua sesuai dengan rencana pada bulan Maret tahun depan akan meresmikan ini," kata Luhut.





