Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan kunjungan 16-17,6 juta wisatawan mancanegara (wisman) pada 2026 melalui enam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sektor pariwisata.
"Di sektor pariwisata ini mendukung target 2026 di mana targetnya 16-17,6 juta wisman dengan target devisa sekitar 24 miliar dolar AS. Kalau 24 miliar dolar ini setara dengan ekspor kelapa sawit,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026 di Jakarta, Rabu.
Keenam KEK yang dimaksud meliputi KEK Mandalika, KEK Kura-Kura Bali, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Lido, dan KEK Likupang.
Airlangga juga memaparkan potensi ekonomi sejumlah KEK pariwisata pada 2027.
KEK Kura-Kura Bali ditargetkan menarik 600.000 wisatawan dengan nilai ekonomi Rp600 miliar, terutama setelah gerai-gerai di kawasan tersebut mulai beroperasi.
Kawasan itu juga diproyeksikan menghasilkan devisa sebesar 3,66 miliar dolar AS.
Sementara itu, KEK Mandalika diproyeksikan menarik 1,6 juta wisatawan dengan nilai ekonomi Rp8,6 triliun.
KEK Tanjung Lesung ditargetkan mendatangkan 1,5 juta wisatawan dengan nilai ekonomi Rp3 triliun.
Untuk KEK Lido, pemerintah menargetkan kunjungan 220.000 wisatawan dengan nilai ekonomi Rp352 miliar. Kawasan tersebut juga diproyeksikan menghasilkan devisa sebesar 1,8 miliar dolar AS.
Airlangga mengatakan, pencapaian target pariwisata membutuhkan dukungan promosi dan konektivitas.
Karena itu, ia berharap Kementerian Pariwisata mengintegrasikan promosi KEK di tingkat nasional dan internasional, memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata, serta menyusun kalender kegiatan pariwisata.
Pemerintah juga mendorong peningkatan konektivitas melalui kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, khususnya dalam pengembangan bandara dan layanan maskapai penerbangan.
Adapun saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah.
Jumlah tersebut terdiri atas 13 KEK industri, enam KEK pariwisata, dua KEK kesehatan, satu KEK digital, dua KEK teknologi dan edukasi, serta satu KEK jasa lainnya.
“Kita saat ini sudah memiliki 25 KEK dengan tujuh KEK di Jawa, 18 di luar Jawa,” kata Airlangga.
Secara kumulatif sejak pembentukannya, realisasi investasi di seluruh KEK mencapai Rp382,1 triliun.
Sementara itu, sepanjang Januari-September, investasi yang terealisasi mencapai Rp46 triliun dan menyerap tambahan tenaga kerja sebanyak 53.000 orang.
Baca juga: Airlangga sebut pengembangan KEK bisa kejar pertumbuhan 8 persen
Baca juga: Airlangga bidik penghematan devisa Rp150 triliun lewat KEK kesehatan
Baca juga: Investasi KEK secara kumulatif capai Rp382,1 triliun
"Di sektor pariwisata ini mendukung target 2026 di mana targetnya 16-17,6 juta wisman dengan target devisa sekitar 24 miliar dolar AS. Kalau 24 miliar dolar ini setara dengan ekspor kelapa sawit,” kata Airlangga dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Dukungan Kementerian/Lembaga untuk Pengembangan KEK Triwulan III 2026 di Jakarta, Rabu.
Keenam KEK yang dimaksud meliputi KEK Mandalika, KEK Kura-Kura Bali, KEK Tanjung Kelayang, KEK Tanjung Lesung, KEK Lido, dan KEK Likupang.
Airlangga juga memaparkan potensi ekonomi sejumlah KEK pariwisata pada 2027.
KEK Kura-Kura Bali ditargetkan menarik 600.000 wisatawan dengan nilai ekonomi Rp600 miliar, terutama setelah gerai-gerai di kawasan tersebut mulai beroperasi.
Kawasan itu juga diproyeksikan menghasilkan devisa sebesar 3,66 miliar dolar AS.
Sementara itu, KEK Mandalika diproyeksikan menarik 1,6 juta wisatawan dengan nilai ekonomi Rp8,6 triliun.
KEK Tanjung Lesung ditargetkan mendatangkan 1,5 juta wisatawan dengan nilai ekonomi Rp3 triliun.
Untuk KEK Lido, pemerintah menargetkan kunjungan 220.000 wisatawan dengan nilai ekonomi Rp352 miliar. Kawasan tersebut juga diproyeksikan menghasilkan devisa sebesar 1,8 miliar dolar AS.
Airlangga mengatakan, pencapaian target pariwisata membutuhkan dukungan promosi dan konektivitas.
Karena itu, ia berharap Kementerian Pariwisata mengintegrasikan promosi KEK di tingkat nasional dan internasional, memperkuat sumber daya manusia (SDM) pariwisata, serta menyusun kalender kegiatan pariwisata.
Pemerintah juga mendorong peningkatan konektivitas melalui kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, khususnya dalam pengembangan bandara dan layanan maskapai penerbangan.
Adapun saat ini, Indonesia memiliki 25 KEK yang tersebar di berbagai wilayah.
Jumlah tersebut terdiri atas 13 KEK industri, enam KEK pariwisata, dua KEK kesehatan, satu KEK digital, dua KEK teknologi dan edukasi, serta satu KEK jasa lainnya.
“Kita saat ini sudah memiliki 25 KEK dengan tujuh KEK di Jawa, 18 di luar Jawa,” kata Airlangga.
Secara kumulatif sejak pembentukannya, realisasi investasi di seluruh KEK mencapai Rp382,1 triliun.
Sementara itu, sepanjang Januari-September, investasi yang terealisasi mencapai Rp46 triliun dan menyerap tambahan tenaga kerja sebanyak 53.000 orang.
Baca juga: Airlangga sebut pengembangan KEK bisa kejar pertumbuhan 8 persen
Baca juga: Airlangga bidik penghematan devisa Rp150 triliun lewat KEK kesehatan
Baca juga: Investasi KEK secara kumulatif capai Rp382,1 triliun





