Aksi Para Taipan Borong Saham Saat IHSG Jatuh, Boy Thohir hingga Edwin Saratoga

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Sederet konglomerat dan anggota keluarganya memborong saham emiten yang terafiliasi dengan kelompok usaha mereka di tengah gejolak pasar modal dan koreksi harga saham. Nama-nama yang tercatat melakukan pembelian antara lain pengusaha sekaligus pengendali Grup Adaro Garibaldi Thohir alias Boy Thohir hingga konglomerat Edwin Soeryadjaya.

Boy Thohir tercatat memborong saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA) melalui perusahaan investasi keluarganya, Trinugraha Thohir.

Pada Senin (19/10), Trinugraha Thohir membeli saham AADI dalam dua tahap. Pada transaksi pertama, perusahaan tersebut membeli 11.800 saham AADI dengan harga Rp 9.800 per saham. Selanjutnya, sebanyak 90.800 saham dibeli pada harga Rp 9.750 per saham.

Dengan begitu, total saham AADI yang dibeli mencapai 102.600 saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 1 miliar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Trinugraha Thohir di AADI meningkat dari 89.926.520 saham atau setara 1,154% menjadi 90.029.120 saham atau 1,156%.

“Tujuan transaksi adalah investasi,” tulis laporan pembelian saham tersebut dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (21/10).

Pada hari yang sama, Trinugraha Thohir juga membeli 470.000 saham ADRO dengan harga Rp 2.130 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp 1 miliar.

Pembelian itu meningkatkan kepemilikan Trinugraha Thohir di ADRO dari 209.419.470 saham atau 0,727% menjadi 209.889.470 saham atau 0,729%.

Selain AADI dan ADRO, Boy Thohir juga mengakumulasi saham ESSA. Trinugraha Thohir membeli 2.252.300 saham ESSA pada harga Rp 444 per saham, dengan total nilai transaksi sekitar Rp 1 miliar.

Setelah pembelian tersebut, kepemilikan Trinugraha Thohir di ESSA meningkat menjadi 84.955.645 saham atau setara 0,49%. Total, Boy Thohir lewat Trinugraha Thohir mengeluarkan kocek Rp 3 miliar untuk memborong saham saat pasar sedang bergejolak.

Selain keluarga Thohir, konglomerat Edwin Soeryadjaya juga menambah kepemilikannya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Putra dari pendiri perusahaan raksasa otomotif Astra International Tbk (ASII) yaitu William Soeryadjaya tersebut membeli saham perseroan dalam dua tahap dengan total 5.807.100 saham.

Pada tahap pertama, Edwin membeli 4.305.200 saham SRTG dengan harga Rp 1.522 per saham. Selanjutnya, ia membeli 1.501.900 saham pada harga Rp 1.446 per saham.

Dari kedua transaksi tersebut, Edwin mengeluarkan dana sekitar Rp 8,72 miliar. Pembelian ini meningkatkan kepemilikannya di SRTG dari 35,99% menjadi 36,03%.

Aksi pembelian saham juga dilakukan oleh jajaran pengurus PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG). Komisaris TAPG Arif Rachmat membeli 623.000 saham perseroan dengan harga Rp 1.685 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp 1,05 miliar.

Setelah transaksi, kepemilikan Arif di TAPG meningkat menjadi 3.488.000 saham atau setara 0,0175%. Sementara itu, Direktur TAPG George Oetomo turut membeli 1.800.000 saham perseroan dengan harga Rp 1.720 per saham.  Total dana yang dikeluarkan George untuk transaksi tersebut mencapai sekitar Rp 3,10 miliar.

Anak Hermanto Borong Saham AVIA

Aksi borong saham juga dilakukan Direktur PT Avia Avian Tbk (AVIA), Robert Christian Tanoko. Robert merupakan putra konglomerat Hermanto Tanoko.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Robert melakukan pembelian saham AVIA pada 16 Oktober 2026 melalui empat transaksi. Pembelian terbesar mencapai 3.525.300 saham dengan harga Rp 320 per saham.

Selain itu, Robert membeli 2 juta saham pada harga Rp 322 per saham, sebanyak 1 juta saham di harga Rp 328, serta 381.300 saham pada harga Rp 318. Seluruh transaksi dilakukan atas saham biasa AVIA.

Secara keseluruhan, Robert memborong 6.906.600 saham AVIA dengan nilai transaksi sekitar Rp 2,22 miliar. Harga pembelian rata-rata mencapai sekitar Rp 321,6 per saham.

Setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham Robert di AVIA bertambah dari 1.430.703.600 saham menjadi 1.437.610.200 saham. Porsi hak suaranya pun meningkat dari 2,3093% menjadi 2,3205%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Terima Pengembalian Uang Rp250 Juta dari PCNU Nias, Terkait Apa?
• 17 jam laluokezone.com
thumb
Aliansi Mahasiswa Bubarkan Diri dari Tugu Tani, Arus Lalu Lintas Kembali Normal
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Berhasil Lampaui Target Medali Emas di Asian Para Games 2026, NPC Indonesia Apresiasi Perjuangan Seluruh Atlet Merah Putih
• 22 menit lalutvonenews.com
thumb
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan BNPB, Selimut hingga Pompa Banjir Jadi Sorotan!
• 1 jam laludisway.id
thumb
Mardiansyah Semar: Prabowo Berkali-kali Kalah, Berteman dengan Jokowi Menang
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.