REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyiapkan dana sebesar Rp17,5 Miliar untuk Program Madrasah Layak Belajar. Dalam program ini, Baznas bersama Kementerian Agama (Kemenag) akan merenovasi 700 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MtsS).
Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad mengatakan, Madrasah Layak Belajar merupakan program bantuan Baznas untuk perbaikan sarana belajar di madrasah.
Baca Juga
Anwar Ibrahim Ingatkan Warga Malaysia tak Pakai Waze yang Disebut Tunduk Hukum Israel
Kemenhut Bekukan Izin Enam Perusahaan Terkait Karhutla di Kalteng
IHSG Rebound, Analis Sebut Langkah BI Tahan Suku Bunga Jadi Salah Satu Pendorong
Program ini diarahkan untuk renovasi ruang kelas hingga memenuhi lima aspek kelayakan, yakni kenyamanan, kebersihan, siklus udara, pencahayaan, dan keamanan struktur. Renovasi ruang kelas juga dilaksanakan secara swakelola, bukan pembangunan gedung baru.
"Nominalnya sebanyak Rp25 juta per madrasah. Kali ini untuk tahun 2026 kita mengalokasikan untuk 700 madrasah, yang totalnya berarti angkanya adalah 17,5 miliar" ujar Idy saat ditemui usai peluncuran Program Madrasah Layak Belajar di Kantor Baznas, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Bangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Manggarai mengalami kerusakan akibat gempa bumi di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai, NTT, Kamis (20/8/2026). Hingga Kamis (20/8) pagi, BNPB mencatat sebanyak 804 fasilitas pendidikan terdampak bencana gempa bumi NTT. - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Menurut Idy, program ini merupakan kelanjutan dari program yang sebelumnya sudah diberikan Baznas kepada para penerima manfaat. Program Madrasah Layak Belajar periode 2024-2025 sudah menjangkau 2000 titik yang tersebar di 37 provinsi di Indonesia.
"Untuk program ini memang kita harapannya terus meningkat ke depan agar lebih banyak madrasah lagi yang bisa kita jangkau. Memang dari sisi kebutuhan itu masih sangat jauh dari yang kita berikan karena jumlah madrasah swasta di Indonesia ada sekitar 84 ribu madrasah (swasta),"kata dia.
Karena itu, menurut Idy, pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Agama untuk bersinergi dalam penggalangan dana, sehingga semakin banyak Muzakki dan donatur yang menitipkan dananya ke Baznas untuk program ini.
"Ke depan kita juga akan menggandeng para UPZ-nya Baznas yang selama ini sudah bekerjasama dengan Baznas untuk kemudian dana yang dikumpulkan itu sebagiannya juga untuk kita salurkan bersama untuk penganggaran program ini, termasuk perusahaan-perusahaan baik yang BUMN maupun swasta,"kata dia.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)