Presiden Prabowo Subianto buka suara soal Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka konsultasi atas usulan mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Orang nomor satu di Tanah Air itu menegaskan Indonesia tidak takut menghadapi berbagai tantangan, termasuk persoalan yang berkaitan dengan penyedia indeks global MSCI.
Prabowo mengatakan pemerintah telah bekerja dengan baik, meski masih menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang perlu diselesaikan.
“Saya hanya katakan kepada MSCI, bangsa Indonesia tidak takut siapa pun, dan tak akan gentar,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, dikutip dari laman YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/10).
Mantan Menteri Pertahanan itu juga menegaskan Indonesia memiliki kekuatan dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan.
“Saudara-saudara sekalian, kita tidak takut, kita punya kekuatan, kita punya keberanian dan kita rela berkorban dan kita tidak mengenal menyerah,” lanjut Prabowo.
Sebelumnya, MSCI mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
Pengumuman MSCI pada 15 Oktober 2026 diikuti tekanan besar terhadap pasar saham Indonesia. Pada perdagangan 16 Oktober 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 11,57 persen ke level 5.185,11.
MSCI menjadwalkan keputusan final mengenai usulan perubahan klasifikasi Indonesia paling lambat Juni 2027.





