BPOM Apresiasi Polda Metro Ungkap Pabrik Jutaan Tramadol di Sukoharjo

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengapreasiasi Polda Metro Jaya atas pengungkapan pabrik tramadol yang berlokasi di dua kecamatan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Dalam pengungkapan ini, Polda Metro Jaya menyita sebanyak 7,8 juta pil tramadol dan trihexyphenidril.

"Ini saya pikir kasus yang terbesar yang pernah ditangkap, Pak. Kami mengapresiasi luar biasa," ujar Kepala BBPOM Jakarta, Jeffeta Pradeko Putra, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

BPOM menilai pengungkapan besar-besaran ini menjadi momentum penting dalam memutus mata rantai peredaran obat-obatan keras dan terlarang. Fenomena perdagangan ilegal tramadol di wilayah Jakarta dan sekitarnya menjadi momok bagi masyarakat selama 1 dekade terakhir.

"ini memang menjadi momok yang menakutkan, sudah 10 tahun lebih, belasan tahun. Tramadol dan trihexyphenidyl ini menjadi apa ya, obat-obatan yang sering disalahgunakan," ungkapnya.

Jeffeta menegaskan bahwa obat-obatan keras yang disita Polda Metro Jaya merupakan obat palsu dan tanpa izin edar dari BPOM. Jeffeta kemudian menyinggung efek samping penggunaan tramadol.

"Kecenderungan bunuh diri yang lebih tinggi, Pak, lebih agresif, sehingga dapat mencelakakan diri sendiri dan orang lain, sehingga tidak dapat berpikir sehat. Ini yang menjadi masalah utamanya. Dan yang berikutnya lagi dampak berikutnya lagi bisa menjadi gila," kata dia.

Dia menambahkan, tramadol merupakan obat pereda nyeri. Namun banyak pecandu yang kemudian menyalahgunakan tramadol tersebut antara lain untuk tawuran.

"Untuk tramadol sendiri sebenarnya obat ini indikasinya adalah obat untuk penahan nyeri. Namun yang dipakai oleh para pecandu ini adalah efek sampingnya. Yaitu biasanya buat dampak ininya, sosialnya adalah tawuran, kemudian anarko," jelas dia.

Baca juga: Penampakan Mesin Produksi Tramadol di Pabrik Sukoharjo, Cetak Jutaan Pil Sehari

Selanjutny, obat trihexyphenidyl atau obat antiepilepsi termasuk dalam obat obatan tertentu (OTT). Dalam beberapa kasus, obat ini bisa menimbulkan rasa ingin memperkosa bagi pemakainya.

"Dipakai banyak orang untuk memperkosa. Contohnya kasus yang kemarin di Depok, gitu ya. Bahkan banyak orang yang diperkosa menggunakan obat itu salah satunya ini. Ini yang juga menjadi hal yang mengerikan," sambung dia.

"Contohnya kasus yang kemarin di Depok, gitu ya. Bahkan banyak orang yang diperkosa menggunakan obat itu salah satunya ini. Ini yang juga menjadi hal yang mengerikan," imbuh dia.

Jeffeta mengatakan, dua obat itu memang berbahaya bila dikonsumsi tanpa anjuran medis. Apalagi pabrik yang diungkap Polda Metro Jaya tidak memiliki label kemasan, izin edar, tanda kedaluarsanya, pabrik, hingga kandungannya.

Menurutnya, untuk obat yang legal harus memiliki standar sesuai ketentuan medis. Katanya itu hanya boleh dan hanya dipasarkan di apotek, klinik, rumah sakit, dan puskesmas.

"Toko obat tidak boleh, hanya empat berarti: apotek, klinik, rumah sakit, puskesmas. Pastikan sarana resmi, jangan di toko kelontong, karena ini banyak dijual di toko kelontong atau di asongan. Ini nggak boleh," katanya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya menangkap 16 tersangka dalam kasus ini. Dari dua pabrik yang berlokasi di Sukoharjo tersebut, Polda Metro Jaya menyita 7 juta lebih pil tramadol siap edar.

Baca juga: Digaji hingga Rp 10 Juta, Operator Dilarang Keluar dari Pabrik Tramadol




(tsy/mea)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menuju Indonesia Bebas TB 2030: Stigma Sosial dan Faktor Nonmedis Jadi Tantangan Utama Eliminasi Tuberkulosis
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BPBD Deteksi 579 Hotspot Karhutla di Sumlsel, OKI Terbanyak
• 14 jam laludetik.com
thumb
Viral Serpihan Misterius Jatuh di Sampit, BRIN Duga Berasal dari Bekas Roket China
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Instruksi Tegas Prabowo ke PLN: Akselerasi 100 GW Panel Surya dan Pangkas Subsidi
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bayi Dibuang di Pinggir Jalan Desa di Bogor Bikin Geger Warga
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.