Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait penemuan bayi di Ploso Timur, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/10/2026) dini hari.
Kompol Didik Triwahyudi Kapolsek Tambaksari menerangkan, pihaknya mendapat laporan awal dari Command Center 112 bahwa ada penemuan bayi di Ploso Timur.
“Anggota dari Polsek Tambaksari kemudian bergerak ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan,” katanya, dikonfirmasi suarasurabaya.net, Rabu (21/10/2026).
BACA JUGA: Bayi Laki-Laki Ditemukan di Ploso Surabaya, Dievakuasi ke RSUD Dr. Soetomo
Didik melanjutkan, saat dilakukan evakuasi bayi tersebut dalam kondisi sehat dan selamat.
Sementara terkait pelaku yang sengaja membuang atau meninggalkan bayi di rumah warga, polisi masih melakukan pendalaman.
“Saat ini masih dilakukan pendalaman. Alhamdulillah saat evakuasi, bayi dalam kondisi sehat,” tambahnya.
Bayi laki-laki ditemukan di teras lantai dua rumah warga Ploso, Surabaya, Rabu (21/10/2026) dini hari. Bayi dibawa ke RSUD Dr. Soetomo untuk pemeriksaan medis. Foto: Command Center SurabayaDikonfirmasi terpisah, Antiek Sugiharti Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya menyebut bayi yang dievakuasi pagi tadi sempat mengalami gagal napas dan hipotermia saat dirawat di RSUD Dr. Soetomo.
“Saat ini menggunakan alat bantu napas karena ada sedikit gagal napas serta hipotermia informasinya. Sehingga ini mungkin masih diproses dulu,” bebernya pada suarasurabaya.net siang ini, Rabu (21/10/2026).
Setelah bayi dalam kondisi stabil dan sehat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur untuk menyerahkan bayi laki-laki ke panti asuhan.
“(Panti asuhan) di bawah koordinasinya Pemprov Jatim ya,” ungkapnya.
Sebelumnya, penemuan bayi di Ploso Timur Surabaya dilaporkan oleh Nur Fatah pendengar Radio Suara Surabaya sekira dini hari tadi.
Dia menerangkan kalau kejadian bermula ketika anaknya mendengar suara dari teras lantai dua rumah mereka. Awalnya, anak Fatah mengira suara tersebut berasal dari kucing.
“Anak saya yang pertama kali tahu, tapi anak saya tidak berani. Akhirnya manggil saya. Saya kira juga kucing,” ujar Fatah kepada Radio Suara Surabaya.
Fatah kemudian memeriksa sumber suara tersebut. Ia mengaku sempat mengira benda yang dibungkus kain dan dimasukkan ke dalam tas berkat itu adalah kucing.
Namun, kecurigaannya muncul ketika melihat tetesan darah pada kain pembungkus. Suara tangisan yang masih terdengar membuatnya memeriksa lebih lanjut.
“Masih bersuara nangis itu. Kata istri saya bayi. Baru saya cek, ternyata benar bayi,” tuturnya.
Menurut Fatah, kain yang digunakan untuk membungkus bayi diduga merupakan sarung yang sebelumnya dijemur di lantai dua rumahnya.(kir/ham/rid)




