Bayang-bayang Karantina Standalone Market Masih Jadi Momok

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Bank Indonesia kembali mempertahankan suku bunga acuan. Pakar menilai keputusan ini berpotensi memberikan sentimen positif pada pasar modal domestik, tetapi belum cukup membalikkan sentimen pasar saham secara jangka panjang.

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Rabu (21/10/2026) memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di 5,75 persen. Bunga deposit facility naik 25 basis poin menjadi 5 persen. Sementara, suku bunga Lending Facility dipertahankan 6,5 persen.

Ekonom PT Panin Sekuritas Muhammad Zaidan menilai, keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan berpotensi memberikan sentimen positif terhadap thin margin, pergerakan naik turun dengan selisih sangat tipis bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Keputusan mempertahankan BI rate memberi ruang untuk menjaga momentum kredit dan membatasi tambahan tekanan biaya pendanaan emiten, meski pengaruhnya relatif terbatas di tengah isu MSCI.

“Keputusan mempertahankan BI rate memberi ruang untuk menjaga momentum kredit dan membatasi tambahan tekanan biaya pendanaan emiten, meski pengaruhnya relatif terbatas di tengah isu MSCI,” ujarnya.

Sebelumnya, pasar modal Indonesia mengalami tekanan setelah Morgan Stanely Capital International (MSCI), Jumat (16/10/2026), mengisyaratkan akan mendongkel status pasar modal domestik, dari kategori emerging market ke standalone market.

IHSG sempat merosot ke level terendah sepanjang 2026, yakni di level 4.996,61 pada penutupan perdagangan Senin (19/10/2026). Sehari kemudian, IHSG sempat menguat 5,65 persen ke 5.278,89 pada penutupan perdagangan.

Pada Rabu (21/10/2026), fluktuasi IHSG terlihat mengalami kenaikan setelah penutupan perdagangan sesi I. Pada perdagangan sesi pertama, IHSG sempat turun hingga ke level terendah harian, yakni 5.188,04 atau turun 1,72 persen dari penutupan hari sebelumnya 5.278,89.

Setelah pembukaan sesi II, IHSG mulai merangkak naik hingga mencapai level harian tertinggi pada penutupan. Posisinya di 5.328,36 atau naik 0,94 persen dari penutupan hari sebelumnya.

Baca JugaIHSG Menguat, Analis Perkirakan Penguatan Tidak Akan Lama

Kendati begitu, Zaidan melihat keputusan BI tidak berpengaruh signifikan untuk membalikkan pasar saham secara berkelanjutan. Hal ini mengingat sumber guncangan utama terjadi pada tingkat kepercayaan pasar (confidence shock) yang berkaitan dengan risiko perubahan klasifikasi pasar modal domestik. 

“Besarnya pengaruh terhadap transaksi IHSG hari ini sulit dipisahkan dari perkembangan isu tersebut (MSCI) dan arus jual-beli asing. Pemulihan confidence shock tetap bergantung ke tindak lanjut isu MSCI,” tutur Zaidan.

Selain itu, menurut Zaidan, ekspektasi pasar masih mengarah ke pengetatan suku bunga acuan lanjutan. Investor masih memperkirakan bahwa suku bunga acuan akan naik lagi di masa mendatang. Ini sejalan dengan proyeksi bahwa akan ada kenaikan suku bunga sebesar 0,25 persen atau 25 bps sehingga suku bunga acuan mencapai 6 persen pada triwulan IV-2026.

Dengan demikian, keputusan bank sentral untuk menahan suku bunga saat ini tidak serta-merta menandakan bahwa tren kenaikan suku bunga sudah berakhir. Pasar melihat kondisi suku bunga masih berada di level tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (Higher-for-Longer).

“Menahan suku bunga sekarang hanyalah penundaan sementara sebelum naik lagi, bukan sinyal akan ada penurunan suku bunga. Transmisinya terhadap pembalikan sentimen IHSG masih terbatas,” kata Zaidan.

Pemulihan confidence shock tetap bergantung ke tindak lanjut isu MSCI

Sementara itu, analis pasar modal Mega Capital Sekuritas, Revo Gilang Firdaus, juga menilai keputusan BI belum berpengaruh signifikan terhadap transaksi IHSG hari ini. Kenaikan yang sempat terjadi pada sesi perdagangan kedua Rabu (21/10/2026) dominan dipicu oleh penguatan saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kenaikan yang sempat terjadi siang ini lebih didorong oleh kenaikan (saham) BUMN, seperti BBRI dan TLKM, serta sentimen Danantara yang ingin menambah kepemilikan saham BUMN,” ucapnya ketika dihubungi Rabu (21/10/2026).

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) merupakan emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) sangat besar dan bobot signifikan terhadap IHSG. Penguatan pada kedua saham ini secara teknis menopang pergerakan indeks ke zona hijau.

Saham BBRI pada penutupan sesi kedua Rabu (21/10/2026) menguat ke level 2.810 atau naik 0,72 persen dibandingkan sesi penutupan hari sebelumnya. Tren positif ini sekaligus mendongkrak nilai kapitalisasi pasarnya menjadi Rp 423–Rp428 triliun.

Sementara itu, TLKM turut menjaga stabilitas indeks di sektor infrastruktur dengan bergerak di kisaran Rp 2.120 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 210,01 triliun pada penutupan sesi kedua Rabu (21/10/2026). Angka ini naik 2,91 persen dibandingkan sesi penutupan hari sebelumnya.

Revo juga berpendapat, wacana badan pengelola investasi Danantara yang berencana menambah kepemilikan saham di BUMN turut memberikan dorongan kepercayaan bagi investor. Rencana intervensi atau penambahan modal ini ditangkap oleh pasar sebagai sinyal positif untuk penilaian harga (valuation) jangka panjang saham-saham pelat merah.

Danantara menyiapkan alokasi dana hingga 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 18 triliun untuk berinvestasi dan menambah porsi kepemilikan saham pada BUMN berfundamental kuat. Rencana aksi korporasi ini disampaikan oleh Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria dan CEO Danantara Rosan Roeslani di Istana Kepresidenan pada Senin (19/10/2026).

Pembelian saham tersebut akan dilakukan melalui mekanisme pasar (open market) dengan seleksi ketat berdasarkan kinerja fundamental emiten.

Pandangan sebaliknya disampaikan pengajar di Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin. Ia berpendapat, tencana Danantara masuk ke pasar modal bisa menjadi ancaman terhadap independensi bursa.

Jika ini terjadi, ia khawator, sentimen pasar semakin negatif. Ujung-ujungnya, MSCI dan sejumlah lembaga penyedia indeks pasar modal bisa menurunkan klasifikasi pasar modal nasional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas MBG Lombok Timur Periksa Kesiapan 82 Dapur SPPG, Sebanyak 15 Unit Terima Penghentian Sementara
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal KRL Hari Ini 21 Oktober 2026 Rute Bogor-Jakarta Kota, Jangan Sampai Terlewat
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Airlangga Pede Ekonomi RI Bisa Tumbuh 7,5%, Ini Kuncinya
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Angkie Yudistia: Keterwakilan Perempuan Tak Cukup Kuota 30%, Harus Berpengaruh pada Kebijakan
• 6 jam laluokezone.com
thumb
70 Kegiatan Bisnis Digelar di GIK UGM selama 2 Hari, Dibuka Rektor-KADIN DIY
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.