Parepare, ERANASIONAL.COM – PSM Makassar mematangkan persiapan jelang menghadapi Persebaya Surabaya dalam lanjutan kompetisi.
Evaluasi lini pertahanan menjadi salah satu fokus utama Juku Eja, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati (set-piece) dan umpan silang yang kerap dimanfaatkan lawan.
Pelatih kepala PSM Makassar Darije Kalezic bersama bek Aloisio Soares Neto menegaskan pentingnya memperbaiki kelemahan tim agar kesalahan serupa tidak kembali terulang pada pertandingan mendatang.
Dalam sesi jumpa pers jelang laga, pelatih mengungkapkan bahwa timnya telah menganalisis enam pertandingan terakhir.
Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi proses terjadinya gol lawan, khususnya yang berawal dari situasi bola mati dan umpan silang.
Rekaman pertandingan juga telah dibedah bersama para pemain. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kesalahan di area kotak penalti sekaligus meningkatkan koordinasi antarpemain dalam mengantisipasi bola-bola udara.
“Kami sudah membuat analisis yang baik dan memberikan banyak perhatian untuk situasi set-piece ini. Kami harus lebih fokus dan memastikan setiap pemain tahu tugasnya,” ujar Darije Kalezic dalam sesi konferensi pers, Rabu 21 Oktober 2026 malam.
Aloisio Soares Neto sependapat dengan evaluasi tersebut.
“Para pemain berkomitmen menjalankan instruksi taktik dengan disiplin, sekaligus memperbaiki kekurangan yang ditemukan selama proses latihan,”ucap Neto.
Menurutnya, kesabaran dan keyakinan terhadap proses latihan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tim menghadapi tekanan dari lini serang Persebaya.
Dusan Absen, PSM Tetap OptimistisPSM Makassar juga harus menghadapi tantangan dengan absennya Dusan akibat kartu merah yang diterimanya pada pertandingan sebelumnya.
Kehilangan pemain tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi tim, mengingat perannya di sektor pertahanan.
Darije Kalezic menyayangkan keputusan kartu merah terhadap Dusan saat menghadapi PSIM Yogyakarta.
“Kontak fisik yang terjadi dalam pertandingan sebelumnya dinilai tidak semestinya berujung pada pengusiran pemain dari lapangan,”sesal Darije.
Meski harus kehilangan salah satu pemainnya, PSM tetap berupaya menjaga kesiapan dan soliditas tim.
“Evaluasi pertahanan serta kedisiplinan dalam menjalankan strategi diharapkan mampu menjadi modal penting untuk menghadapi Persebaya,”harapnya.
Rekor Pertemuan Jadi Motivasi TambahanTantangan lain bagi Juku Eja adalah catatan pertemuan melawan Persebaya dalam enam laga terakhir.
PSM belum meraih kemenangan setelah mencatatkan tiga hasil imbang dan tiga kekalahan.
Namun, catatan tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi tim untuk mengakhiri tren negatif.
Pelatih menegaskan bahwa para pemain memiliki tekad untuk memperbaiki rekor pertemuan sekaligus memburu hasil maksimal pada pertandingan mendatang.
“Statistik enam pertandingan terakhir di mana kami belum menang melawan Persebaya justru menjadi motivasi ekstra bagi kami semua, terutama para pemain, untuk mengubah catatan tersebut di pertandingan besok,” tegasnya.
Dengan evaluasi yang telah dilakukan, PSM berharap mampu tampil lebih disiplin, terutama dalam menjaga pertahanan saat menghadapi bola mati dan umpan silang.
“Dukungan suporter diharapkan turut menambah motivasi pemain untuk tampil maksimal dan memperjuangkan hasil terbaik saat menghadapi Persebaya Surabaya,”demikian Darije. []





