Makassar Siapkan Anggaran Rp1,37 Triliun, Appi Perkuat Akses PAUD Inklusif dan Ramah Lingkungan

harianfajar
3 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA— Pemerintah Kota Makassar memperkuat pengembangan pendidikan anak usia dini melalui dukungan anggaran, pemerataan akses layanan, dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan. Strategi tersebut dipaparkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dalam ARNEC Learning Forum 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (21/10/2026).

Dalam forum internasional yang diselenggarakan Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) itu, Munafri yang akrab disapa Appi menekankan pentingnya penganggaran daerah yang terukur dan terintegrasi untuk mendukung Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD-HI).

Menurutnya, komitmen terhadap pembangunan anak usia dini harus tercermin dalam perencanaan dan alokasi anggaran, bukan sekadar tertuang dalam dokumen kebijakan.

Pada 2025, alokasi anggaran Dinas Pendidikan Kota Makassar mencapai sekitar Rp1,37 triliun. Secara khusus, program pengelolaan PAUD didukung anggaran lebih dari Rp30,5 miliar untuk menunjang sarana dan prasarana, Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD, serta peningkatan kapasitas pendidik.

Pemkot Makassar juga mengedepankan pemerataan akses pendidikan dengan memprioritaskan dukungan bagi anak dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

Dalam skema yang dipaparkan, alokasi kuota ditetapkan sebesar 60 persen bagi anak kurang mampu dan 40 persen bagi warga lokal.

“Tentu, perencanaan pembangunan, kita memastikan anggaran digunakan secara efektif,” katanya.

Selain penguatan anggaran, Pemkot Makassar mendorong pendidikan anak usia dini yang responsif terhadap tantangan perubahan iklim. Upaya tersebut dilakukan melalui pembiasaan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah.

Sejumlah program yang dikembangkan meliputi urban farming, pojok hijau sekolah, pemilahan sampah, pembuatan biopori, serta penciptaan lingkungan belajar yang sehat.

Melalui pendekatan tersebut, sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk mempelajari teori, tetapi juga laboratorium nyata bagi anak untuk mengenal dan menjaga lingkungan di sekitarnya.

Pemkot Makassar turut memberi perhatian pada penguatan layanan pendidikan di wilayah kepulauan. Dukungan dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pendidikan yang ramah lingkungan serta tambahan dukungan bagi guru PAUD yang bertugas di wilayah tersebut.

“Berbagai inovasi praktis juga kita kembangkan, mulai dari percepatan penerbitan Kartu Identitas Anak bagi peserta PAUD, penguatan literasi lingkungan, penyediaan ruang pengasuhan keluarga, hingga pengembangan PAUD sehat dan ramah anak,” papar Munafri.

Menurut Appi, pembangunan anak usia dini harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan karakteristik wilayah. Dengan demikian, kebijakan pendidikan dapat menjangkau anak-anak dari berbagai latar belakang, termasuk mereka yang tinggal di wilayah kepulauan dan berasal dari keluarga rentan.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Makassar dalam membangun layanan PAUD yang inklusif dan berkelanjutan. Pendidikan, kesehatan, pemenuhan gizi, pengasuhan, perlindungan anak, serta lingkungan yang sehat perlu berjalan secara terpadu.

Sebelumnya, Pemkot Makassar juga memperkuat pelaksanaan PAUD-HI melalui kolaborasi lintas sektor, pendampingan satuan pendidikan, dan peningkatan kapasitas tenaga pendidik.

“Sepanjang 2025 hingga 2026, seluruh satuan PAUD di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kota Makassar telah mendapatkan pendampingan PAUD-HI,” ungkapnya.

“Dengan lebih dari 1.000 guru dan seluruh Bunda PAUD kecamatan serta kelurahan telah mengikuti pelatihan,” sambung Ketua IKA FH Unhas itu.

Pemkot Makassar juga mengembangkan PAUD negeri sebagai Local Education Centre atau pusat pendidikan lokal. Sekolah diharapkan menjadi ruang pembelajaran 

bagi anak sekaligus pusat pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Konsep tersebut diarahkan untuk memperluas akses pengetahuan tentang pengasuhan positif, kegiatan literasi, pelatihan keterampilan, serta peningkatan kapasitas profesional guru.

Bagi Appi, berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan anak usia dini membutuhkan dukungan pembiayaan yang memadai, kebijakan yang berpihak pada kelompok rentan, serta keterlibatan masyarakat.

Melalui partisipasi lintas sektor dan penguatan layanan yang sesuai dengan karakteristik wilayah, Pemkot Makassar berharap setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh dan berkembang secara optimal.

Investasi pada anak usia dini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi yang sehat, cerdas, tangguh, inklusif, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Paparan tersebut disampaikan Munafri dalam ARNEC Learning Forum 2026 bertema From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific. Hadir mendampingi Wali Kota Makassar, Bunda PAUD Kota Makassar sekaligus Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadi Tersangka KPK, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Dipecat PDIP
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Saham MNC Group Kompak Terbang, IPTV, BHIT, dan KPIG Meroket Dua Digit!
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Insanul Fahmi Kena Tipu Rp2,3 Miliar, Akui Jadi Pemicu Konflik dengan Wardatina Mawa dan Nafkah Macet
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Breaking! Menhut Raja Juli Ungkap Perintah Presiden Prabowo, Beber Perusahaan Terlibat Karhutla
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Dukcapil Pasar Minggu hadirkan Simas Gesit permudah urus kependudukan
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.