Malaysia, VIVA – Anggota parlemen Malaysia sekaligus mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq, menanggapi pernyataan mantan Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi, terkait kritik negara-negara tetangga terhadap asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sebelumnya, M. Lutfi mengunggah video berisi kritik terhadap narasi yang dinilainya menyudutkan Indonesia, termasuk seruan agar Indonesia dikucilkan dari ASEAN. Ia menilai, penanganan karhutla seharusnya berfokus pada pertanggungjawaban perusahaan yang terlibat, bukan menjadikan seluruh rakyat Indonesia sebagai sasaran kecaman.
Menanggapi hal tersebut, Syed Saddiq melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya pada Rabu malam (21/10/2026), menegaskan bahwa perusahaan yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan harus dimintai pertanggungjawaban tanpa memandang negara asalnya.
"Bapak, ini bukan soal Malaysia melawan Indonesia. Bendera kita berbeda, tetapi ketika sesak napas, penderitaan yang kita rasakan sama. Jadi, jika Bapak mengatakan perusahaan Malaysia atau Singapura bersalah, saya tidak akan melindungi pencemar lingkungan, bahkan jika mereka berasal dari negara saya sendiri, selama ada bukti yang mendukung penegakan hukum," kata dia dikutip Kamis (22/10/2026).
Dalam video tersebut, Syed Saddiq juga menyampaikan tiga point penting terkait dengan masalah karhutla. Pertama, ia menegaskan bahwa setiap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran harus ditindak tanpa pandang bulu, terlepas dari negara asalnya.
"Pertama, tindak pelakunya tanpa memandang bendera negaranya. Perusahaan Malaysia, Indonesia, atau Singapura yang terbukti membakar hutan demi keuntungan jangka pendek harus ditindak. Bendera negara bukan alasan untuk merusak lingkungan. Perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi di Indonesia dan tunduk pada hukum Indonesia. Kewenangan untuk mengambil tindakan ada di tangan Anda!," kata dia.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mendesak parlemen Malaysia untuk mengambil tindakan terhadap perusahaan Malaysia yang terlibat.
"Di parlemen negara saya sendiri, saya sudah mendesak agar tindakan diambil terhadap perusahaan Malaysia yang terlibat. Silakan tonton pidato lengkap saya. Jangan memotong pidato hingga kebenarannya ikut terpotong," sambungnya.
Kedua, Syed Saddiq menegaskan bahwa luasnya lahan perkebunan milik suatu perusahaan tidak serta-merta membuktikan keterlibatannya dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mencontohkan perusahaan Guthrie yang menurutnya belum terbukti menjadi penyebab kebakaran, meski memiliki perkebunan berskala besar. Ia juga menjelaskan upaya perusahaan tersebut dalam menangani kebakaran.





