TNI AU Kirim 1,2 Ton Es Kering dan Siagakan Enam Pesawat untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan

pantau.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) mengirimkan 1,2 ton es kering atau dry ice menggunakan pesawat militer ke Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Pengiriman bahan modifikasi cuaca tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, mengonfirmasi kedatangan bahan penyemaian tersebut di Banjarbaru pada Rabu.

Hilman menjelaskan bahwa operasi modifikasi cuaca kembali dilaksanakan menggunakan metode penyemaian es kering yang dikombinasikan dengan garam atau natrium klorida (NaCl).

"OMC mulai dilakukan kembali dengan menggunakan penyemaian dry ice dikombinasikan garam (NaCl), hari ini 1,2 ton dry ice tiba diangkut pesawat TNI AU," ujar Hilman.

TNI AU Siapkan Dua Kontainer Khusus untuk Penyimpanan Es Kering

Selain mengangkut 1,2 ton es kering, pesawat TNI AU juga membawa dua kontainer khusus untuk mendukung penyimpanan bahan modifikasi cuaca selama operasi berlangsung.

Kedua kontainer tersebut ditempatkan di Lanud Sjamsudin Noor, Banjarbaru, sebagai fasilitas penyimpanan sebelum bahan digunakan dalam kegiatan penyemaian sesuai kebutuhan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Penggunaan fasilitas penyimpanan khusus diperlukan karena es kering merupakan karbon dioksida dalam bentuk padat yang membutuhkan penanganan tertentu untuk menjaga ketersediaannya selama operasi.

Lanud Sjamsudin Noor menjadi pangkalan terdepan dalam mendukung kesiapan penerbangan, penyimpanan bahan penyemaian, serta pengerahan armada pesawat untuk operasi modifikasi cuaca di Kalimantan.

Dalam pelaksanaannya, TNI AU berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan dukungan penerbangan dan penggunaan bahan penyemaian dapat disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan.

Penyemaian Es Kering Ditujukan untuk Mengatasi Lapisan Inversi Atmosfer

Hilman menjelaskan bahwa penggunaan es kering dalam operasi modifikasi cuaca ditujukan untuk membantu mengatasi lapisan inversi atmosfer yang dapat menyebabkan asap kebakaran hutan dan lahan tertahan di dekat permukaan.

Lapisan inversi merupakan kondisi ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan atmosfer tertentu, sehingga menghambat pergerakan udara secara vertikal.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan asap dan polutan terperangkap di lapisan udara dekat permukaan serta memperburuk kualitas udara di wilayah terdampak kebakaran.

Menurut penjelasan Hilman, es kering akan disebarkan dari pesawat ke atmosfer dengan tujuan mengurangi hambatan pergerakan udara akibat lapisan inversi tersebut.

Melalui mekanisme yang dijelaskan Danlanud, penyebaran es kering diharapkan dapat membantu mengatasi lapisan inversi sehingga kondisi atmosfer menjadi lebih mendukung proses pembentukan awan hujan.

Apabila awan hujan telah terbentuk dan kondisi meteorologis memenuhi persyaratan, operasi dapat dilanjutkan dengan penyemaian garam atau natrium klorida.

Penggunaan garam dalam operasi modifikasi cuaca bertujuan membantu pembentukan dan pertumbuhan butiran air pada awan yang sesuai sehingga peluang terjadinya hujan dapat meningkat.

Dengan demikian, es kering dan garam memiliki fungsi berbeda dalam tahapan operasi yang dijelaskan oleh pihak TNI AU.

Meski demikian, keberhasilan modifikasi cuaca tetap bergantung pada kondisi atmosfer, termasuk kelembapan udara, ketersediaan awan yang sesuai, serta faktor meteorologis lainnya.

Penyemaian bahan ke atmosfer tidak secara otomatis menghasilkan hujan apabila kondisi cuaca tidak mendukung.

Enam Pesawat CASA NC212 dan Cessna Caravan Disiagakan

Untuk memperkuat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan, TNI AU menyiagakan enam unit pesawat yang dapat dikerahkan sesuai kebutuhan operasi.

Armada tersebut terdiri atas tiga unit pesawat CASA NC212 dan tiga unit pesawat Cessna Caravan.

Keenam pesawat disiapkan untuk mendukung kegiatan penerbangan dalam pelaksanaan modifikasi cuaca di wilayah yang menjadi sasaran penanganan karhutla.

Pengerahan armada tersebut juga didukung fasilitas operasional di Lanud Sjamsudin Noor yang berfungsi sebagai pangkalan utama kegiatan penerbangan modifikasi cuaca di wilayah Kalimantan.

Selain menyediakan pesawat, TNI AU menyiapkan dukungan logistik dan fasilitas penyimpanan bahan penyemaian agar pelaksanaan operasi dapat berjalan sesuai kebutuhan.

BMKG turut berperan dalam koordinasi teknis penggunaan bahan modifikasi cuaca berdasarkan kondisi atmosfer dan kebutuhan operasi di lapangan.

Operasi Modifikasi Cuaca Dilaksanakan atas Instruksi Presiden Prabowo

Hilman mengungkapkan bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan merupakan tindak lanjut dari perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Instruksi Presiden tersebut kemudian ditindaklanjuti Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) melalui pengerahan armada serta sarana penerbangan sesuai kebutuhan operasi.

TNI AU menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan modifikasi cuaca melalui pemanfaatan kekuatan dan fasilitas penerbangan yang tersedia.

"TNI Angkatan Udara melaksanakan instruksi presiden dengan masif lewat pengerahan kekuatan secara optimal," tegas Hilman.

Operasi modifikasi cuaca tersebut diarahkan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan sebagai salah satu langkah pendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.

Hujan yang diharapkan dari pelaksanaan operasi dapat membantu meningkatkan kelembapan wilayah terdampak sekaligus mendukung upaya pengendalian kebakaran.

Namun, pelaksanaan penyemaian tetap harus memperhatikan perkembangan kondisi atmosfer agar penggunaan bahan modifikasi cuaca dapat dilakukan pada situasi yang sesuai.

Lanud Sjamsudin Noor Jadi Pusat Dukungan Operasi Modifikasi Cuaca

Lanud Sjamsudin Noor di Banjarbaru memiliki peran penting sebagai pangkalan terdepan dalam mendukung pelaksanaan operasi penerbangan modifikasi cuaca di Kalimantan.

Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung kesiapan armada, penempatan kontainer penyimpanan es kering, serta koordinasi kebutuhan penerbangan selama operasi berlangsung.

Pengiriman 1,2 ton es kering dan dua kontainer khusus menjadi bagian dari penguatan dukungan logistik agar bahan penyemaian tersedia sesuai kebutuhan teknis BMKG.

Sementara itu, penyiagaan enam pesawat TNI AU memberikan dukungan armada untuk pelaksanaan operasi modifikasi cuaca pada wilayah yang menjadi sasaran penanganan karhutla.

Melalui koordinasi antara TNI AU dan BMKG, pemerintah berupaya memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca sebagai salah satu langkah pendukung dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Pelaksanaan operasi akan disesuaikan dengan kondisi atmosfer, kebutuhan penyemaian, serta perkembangan situasi kebakaran di wilayah Kalimantan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rubio Sebut Putin Berpeluang Hadiri KTT G20 di Miami
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Pimpin Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahan, Seluruh Menteri Hadir
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Ingin Lakukan Isbat Nikah dengan Insanul Fahmi, Inara Rusli Singgung Kendalanya
• 16 jam lalucumicumi.com
thumb
2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Rakyat Tertekan dan Program Unggulan Tuai Polemik
• 3 jam lalujpnn.com
thumb
Tumbuh dalam Keluarga Serba Pas-pasan, 6 Barang Ini Sulit Dibuang Meski Sudah Usang
• 9 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.