Jakarta, VIVA – Peluang kerja pada masa depan tidak hanya berkaitan dengan perkembangan teknologi dan industri, tetapi juga perubahan cara manusia mengelola sumber daya alam. Pekerjaan yang berkaitan dengan lingkungan atau green jobs menjadi salah satu bidang yang diperkirakan berkembang seiring kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
Potensi pekerjaan hijau di Indonesia saat ini disebut mencapai 8 juta hingga 13 juta pekerjaan dan diperkirakan meningkat menjadi 72 juta menuju 2029. Sejumlah sektor yang berkaitan dengan tren tersebut meliputi pengelolaan sampah, pertanian organik, transportasi dan pariwisata berkelanjutan, serta energi terbarukan.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menilai perkembangan pekerjaan hijau perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan. "Ke depan, hal paling penting adalah bagaimana menciptakan green jobs atau pekerjaan hijau sebagai masa depan, yaitu pekerjaan yang berkaitan dengan perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan," kata Bima, Rabu (21/10/2026).
Berikut empat sektor yang berkaitan dengan pengembangan pekerjaan hijau.
1. Pengelolaan Sampah
Pengelolaan sampah mencakup kegiatan pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga daur ulang. Kebutuhan untuk menangani sampah rumah tangga dan industri membuka ruang bagi pekerjaan di bidang pengolahan limbah, pemulihan material, serta pengembangan produk dari bahan daur ulang.
2. Pertanian Organik
Pertanian organik berkaitan dengan praktik budidaya yang memperhatikan kesehatan tanah dan penggunaan bahan produksi. Peluang kerja di sektor ini dapat mencakup kegiatan budidaya, pengolahan hasil panen, distribusi, hingga pemasaran produk pertanian.
3. Transportasi dan Pariwisata Berkelanjutan
Pengembangan transportasi dan pariwisata yang memperhatikan lingkungan menjadi bagian lain dari pekerjaan hijau. Bidang ini mencakup upaya mengurangi dampak aktivitas transportasi serta pengelolaan destinasi wisata dengan memperhatikan kelestarian alam dan sumber daya lokal.
4. Energi Terbarukan
Kebutuhan energi membuka peluang pekerjaan dalam pengembangan sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, dan air. Kegiatan di sektor ini dapat melibatkan tenaga teknis untuk pemasangan, pengoperasian, serta pemeliharaan fasilitas energi.
Bima menyebut, generasi Z kini memiliki ketertarikan terhadap pekerjaan yang memperhatikan lingkungan. Namun, ia menilai peluang tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap daerah agar pengembangan lapangan kerja relevan dengan potensi ekonomi setempat.





