Grid.ID - Sayembara tramadol yang pernah diadakan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya membuahkan hasil. Hal itu diketahui usai polisi menggrebek pabrik ilegal di Bizpark Kopo baru-baru ini.
Seperti diketahui, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi pernah menggelar sayembara di akun Instagram pribadinya. Dalam sayembara itu, Dedi Mulyadi mengaku akan memberikan hadiah kepada warga Jabar yang melaporkan warung jual minuman keras ilegal dan tramadol.
"Bagi warga Jabar siapa yang bisa memposting menceritakan warung-warung tramadol di media sosial saya akan kasih hadiah juga," kata Dedi di akun Instagramnya @dedimulyadi71 pada Agustus 2026 lalu.
"Gerakan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melindungi generasi muda dari ancaman obat keras terbatas dan miras," tegas Dedi Mulyadi.
Siapa sangka, sayembara tramadol Dedi Mulyadi itu kini membuahkan hasil. Melansir TribunJabar.ID, di tengah bergulirnya Sayembara Tramadol berhadiah, kepolisian bersama jajaran Polda Jawa Barat berhasil menggerebek pabrik raksasa obat keras ilegal di Kompleks Pergudangan Bizpark, Kopo, Kota Bandung, Jawa Barat.
Penggrebekan itu dilakukan pada Minggu (18/10/2026). Saat peristiwa tersebut, polisi menyita berton-ton bahan baku kimia serta mesin pencetak otomatis berkecepatan tinggi yang diperkirakan mampu memproduksi hingga 250 juta hingga 256 juta butir pil Tramadol dan Hexymer.
Adapun penindakan di lapangan ini terjadi usai Satresnarkoba Polrestabes Bandung mencegat sebuah kendaraan pembawa 600 ribu butir Hexymer di KM 125 Tol Purbaleunyi. Pengembangan maraton beruntut membimbing petugas membongkar tiga gudang rahasia di Kompleks Bizpark Kopo.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Hengki, menjelaskan bahwa di lokasi gudang Bizpark, polisi mengamankan lima tersangka (P, R, MF, F, dan A). Tak hanya itu, mereka juga mengamankan mesin cetak otomatis yang sangat berbahaya.
Menurut keterangan polisi, mesin cetak otomatis itu bisa memproduksi sedikitnya 8 juta butir pil dalam sehari. Jika seluruh bahan baku yang ditemukan diproduksi maka jumlah obat yang dihasilkan mencapai 250 juta hingga 256 juta butir.
"Peralatan mesin cetak otomatis yang ditemukan di dalam gudang mampu memproduksi sedikitnya 8 juta butir pil obat keras dalam sehari."
"Jika seluruh timbunan bahan baku yang ada di lokasi selesai diproduksi, jumlahnya ditaksir mencapai 250 juta hingga 256 juta butir," ujar Kapolda Jabar, Irjen Hengki, Minggu (18/10/2026).
Selain sayembara tramadol Dedi Mulyadi, sang gubernur Jabar juga sempat membuat sayembara tangkap begal. Ia mengaku akan memberikan hadiah senilai Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang mampu menangkap pelaku begal, pencurian, pencopetan, penjambretan, perampokan dan menyerahkan pelaku kepada polisi dalam keadaan hidup.
Dedi menyebut sayembara itu sengaja digelar untuk menekan angka kriminalitas di Jawa Barat. Oleh karena itu, ia meminta bantuan masyarakat untuk turut serta menekan angka kriminalitas.
"Saya memberikan sayembara pada seluruh warga Jabar."
"Yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi dilansir dari TribunBekasi.com.
Dedi juga memberi semangat kepada warga agar tidak takut dengan keberadaan begal.
"Saya bikin sayembara untuk membangunkan kita tidak boleh takut oleh begal, begal yang harus takut oleh kita," kata Dedi.
"Masa 100 orang membuat takut 100.000 orang? Gak bisa. Kita yang harus buat takut mereka," katanya.
Kendati begitu, sayembara tangkap begal itu sempat menuai kritik dari beberapa menteri salah satunya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra. (*)
Artikel Asli




