Surabaya (beritajatim.com) – Persik Kediri menargetkan hasil maksimal saat menjamu PSS Sleman pada pekan keenam Super League 2026/2027 di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Kamis (22/10/2026) sore. Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, Macan Putih tidak ingin meremehkan kekuatan tim tamu, terutama ancaman dari deretan pemain asing yang menjadi andalan Super Elja.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina secara khusus menaruh perhatian pada Hiromi Tanaka, Melvyn Lorenzen, dan Matheus Fornazari. Ketiganya dinilai memiliki karakter permainan berbeda yang berpotensi menyulitkan barisan pertahanan tuan rumah.
Tanaka menjadi salah satu pemain yang patut diantisipasi setelah mencatatkan tiga gol pada awal kompetisi. Sementara itu, Lorenzen memiliki keunggulan dalam duel fisik berkat postur tubuhnya, sedangkan Fornazari mengandalkan kecepatan untuk membongkar pertahanan lawan.
Kombinasi kemampuan tersebut membuat Persik harus menyiapkan antisipasi khusus agar tidak memberikan ruang bagi lini serang PSS untuk berkembang.
“Banyak pemain berbahaya. Kita harus berhati-hati, tetapi kita yakin bisa menghadapinya,” ujar Marcos Reina.
Persik menghadapi pertandingan ini dengan waktu persiapan yang relatif terbatas setelah melakoni laga melawan Persib Bandung pada pekan sebelumnya. Dalam pertandingan tersebut, Macan Putih harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 0-1.
Kondisi tersebut membuat tim pelatih memprioritaskan pemulihan kebugaran pemain sekaligus mematangkan pendekatan taktik untuk menghadapi PSS Sleman.
Meski demikian, Marcos melihat perkembangan positif dalam kerja sama antarpemain Persik. Kekompakan yang ditunjukkan ketika menghadapi Persib menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya.
Menurutnya, chemistry yang terbangun di dalam tim, termasuk suasana ruang ganti yang kondusif, berperan besar dalam menjaga kepercayaan diri dan konsistensi permainan para pemain.
Dengan modal tersebut, Persik diharapkan mampu tampil lebih efektif, terutama dalam memanfaatkan peluang dan menjaga organisasi pertahanan ketika menghadapi tekanan tim tamu.
Selain faktor teknis, Persik juga berpeluang mendapatkan dorongan tambahan dari dukungan suporter. Antusiasme publik Kediri terlihat dari penjualan tiket pertandingan yang terus bergerak menjelang sepak mula.
Di kubu lawan, PSS Sleman datang ke Kediri dengan bekal hasil imbang 2-2 melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (18/10/2026).
Hasil tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri bagi skuad asuhan Pieter Huistra setelah melewati awal musim yang belum konsisten. PSS kini membutuhkan poin tambahan untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara.
Hingga pekan kelima, PSS mengumpulkan empat poin dan berada di peringkat ke-15. Karena itu, pertandingan melawan Persik menjadi kesempatan penting untuk menjaga momentum sekaligus memperbaiki catatan mereka.
Huistra memastikan para pemainnya telah menjalani proses pemulihan setelah menghadapi Persebaya. Persiapan di Surabaya dilakukan agar kondisi fisik tim kembali optimal sebelum bertolak menghadapi Persik.
“Jadi saya pikir kami telah pulih sepenuhnya dari pertandingan tersebut (Persebaya) dan kami siap bermain,” kata Huistra.
Meski optimistis, pelatih asal Belanda itu tidak menganggap Persik sebagai lawan yang mudah. Ia menilai tuan rumah memiliki komposisi pemain yang baik, terutama dalam membangun pertahanan dan menjaga koordinasi antarpemain.
“Kita sudah menganalisis permainan Persik. Mereka punya skuad bagus musim ini dan lini pertahanan yang solid,” kata Huistra.
Ia juga menegaskan bahwa timnya perlu menyiapkan strategi secara cermat untuk menghadapi karakter permainan Macan Putih.
“Jadi, mereka memulai liga dengan baik dan kami harus memastikan kami mengaturnya dengan baik dan kami siap untuk pertandingan ini,” tegasnya. (faw/aje)




