jpnn.com, MALANG - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong perluasan jangkauan Sekolah Rakyat untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk mereka yang sempat putus sekolah.
Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Sekolah Rakyat di kawasan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Kota Malang, Rabu (21/10).
BACA JUGA: Sertijab Kepala BNPP, Mendagri Tito Mengharapkan Pengelolaan Perbatasan Lebih Optimal
Dorongan tersebut disampaikan Wamendagri Bima setelah mendengar langsung latar belakang dan cita-cita para siswa.
Dia mengaku terharu melihat semangat mereka untuk menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga yang sulit.
BACA JUGA: Cegah Korupsi di Era Digital, Wamendagri Wiyagus Dorong Penguatan Peran Auditor Forensik
Anak-anak tersebut tetap memiliki tekad untuk mengangkat derajat orang tua dan meraih cita-cita melalui pendidikan.
“Tadi saya terharu juga dengar tadi bapaknya buruh, orang tuanya meninggal, dan mereka bercita-cita untuk menaikkan derajat orang tuanya, ada yang cita-cita jadi tentara, ada yang jadi hakim,” ujar Bima dalam keterangan yang diterima JPNN.com, Kamis (22/10).
BACA JUGA: Perluas Akses Listrik di Daerah 3T, Wamendagri Ribka Dorong Pemanfaatan Energi Terbarukan
Semangat tersebut juga terlihat dari seorang anak yang ingin kembali bersekolah setelah hampir empat tahun putus sekolah.
Bagi Bima, kemauan anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan merupakan hal yang luar biasa.
“Dia sudah hampir empat tahun dari putus sekolah, tapi masih mau sekolah itu kan luar biasa,” ungkapnya.
Kisah tersebut memperlihatkan pentingnya kesempatan belajar bagi anak-anak yang pendidikannya sempat terhenti.
Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah membuka akses agar mereka dapat kembali menempuh pendidikan dan membangun harapan untuk masa depan yang lebih baik.
“Jadi ini sekolah rakyat harus terus kami dorong untuk semakin memperluas jangkauan,” ujarnya.
Lebih jauh, Bima memandang Sekolah Rakyat sebagai program dengan tujuan jangka panjang.
Pendidikan yang diberikan tidak hanya membuka jalan bagi para siswa untuk memperbaiki kehidupan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon pemimpin bangsa.
Untuk mendukung tujuan tersebut, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kota Malang melibatkan sinergi berbagai pihak.
Sekolah yang memiliki 75 siswa tersebut memanfaatkan aset eks Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di kawasan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Bima menjelaskan, pemanfaatan aset tersebut mendapat dukungan dari Kemendagri, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Wali Kota Malang. (mrk/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Inflasi September Naik Jadi 3,28%, Mendagri Mewanti-wanti Pemda Perkuat Pengendalian
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi




