Dimona: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh Iran adalah dengan menggulingkan pemerintahannya.
"Iran ingin menghancurkan kita, kita menghentikan mereka. Mereka ingin memproduksi bom nuklir, kita menghentikan mereka. Namun, mereka terus berulah," ujar Netanyahu dalam sebuah kampanye pemilihan umum di kota Dimona, wilayah selatan.
"Oleh karena itu, hanya ada satu cara untuk mengakhiri ini: dengan menggulingkan rezim tersebut,” ucap Netanyahu, seperti dikutip dari Anadolu, Kamis 22 Oktober 2026.
"Ini adalah arahan yang telah saya berikan kepada Pasukan Pertahanan Israel, Mossad, dan seluruh cabang keamanan kita," tambah Netanyahu, tanpa merinci kapan atau bagaimana arahan tersebut akan dilaksanakan.
Retorika keras ini muncul saat sang perdana menteri memasuki minggu terakhir persaingan ketat untuk pemilihan kembali.
Menurut sumber yang dikutip oleh Financial Times pada Rabu 21 Oktober 2026, Netanyahu sempat menginstruksikan militer Israel untuk menyusun rencana serangan baru terhadap Iran awal bulan ini, namun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan menentang gagasan tersebut.
Pemimpin AS itu secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak berniat memulai kembali konflik, yang sempat dimulai oleh Washington bersama Israel pada bulan Februari lalu, sebelum pemilihan paruh waktu AS yang akan berlangsung awal bulan depan.
Pekan ini, melalui sebuah video, Netanyahu menyampaikan terima kasih kepada Trump atas dukungannya dalam pemilihan umum Israel, seraya mengatakan bahwa kedua pemimpin tersebut masih memiliki "tugas yang harus diselesaikan" terkait Iran.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga memberikan peringatan mengenai potensi ancaman dari Iran.
Saat berbicara dalam upacara kelulusan perwira di Israel selatan pada Rabu, ia mengatakan bahwa "rezim Iran berada pada titik terlemahnya, dan kami menyadari bahwa kelemahan ini dapat mendorong mereka untuk mengambil langkah-langkah yang paling ekstrem."
"Jika Iran menyerang Israel, Iran akan terbakar!" tegas Katz.
Katz juga memperingatkan adanya upaya, tanpa merinci lebih lanjut, dari pihak musuh Israel untuk mengganggu jalannya pemungutan suara mendatang.
"Dalam beberapa hari terakhir, kami telah mendeteksi upaya dari pihak musuh ,yang dipimpin oleh Iran beserta kelompok-kelompok proksinya, untuk melancarkan serangan yang dapat memengaruhi hasil pemilihan umum Israel," pungkas Katz.




