REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Pesantren menggelar upacara peringatan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Kementerian Agama RI, Kamis (22/10/2026) pagi. Upacara ini menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran santri dalam membangun bangsa.
Berdasarkan pantauan Republikadi lokasi, upacara berlangsung sejak pukul 07.00 WIB. Dalam acara upacara ini, santri dan santriwati yang hadir juga membaca Pancasila, UUD 1945, Resolusi Jihad, dan Ikrar Santri. Setelah itu, lalu dilanjutkan amanat yang disampaikan Menteri Agama RI, Prof Nasaruddin Umar.
Baca Juga
Santri Harus Mendunia tanpa Kehilangan Jati Diri
Santri Masa Kini: Menjaga Tradisi, Menembus Batas Profesi
14 Abad Silam Alquran Isyaratkan Bentuk Bumi Bulat Bukan Datar, Bantah Argumentasi Ateis
"Santri Indonesia!" ujar Nasaruddin diawal amanatnya sebagai inspektur upacara. ASN Kemenag yang hadir pun menjawab serentak, "Unggul Mandiri, Mendunia!"
Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Selain menjadi agenda seremonial nasional, apel Hari Santri menjadi ruang refleksi atas perjalanan sejarah pesantren dan kontribusi santri melalui pendidikan, pengabdian, persatuan, serta karya nyata bagi bangsa.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Setelah amanat Menteri Agama, acara dilanjutkan dengan pembacaan doa, laporan komandan upacara, dan penghormatan kepada inspektur upacara. Seluruh rangkaian dijadwalkan berakhir pada pukul 09.15 WIB.
Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama yang bertindak sebagai komandan upacara, Basnang Said, mengatakan kehidupan pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri. Menurut dia, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga melatih kemandirian, kedisiplinan, dan akhlak mulia.