Pantau - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Ignasius Jonan mengajak pemerintah Singapura dan Malaysia memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla), termasuk menelusuri kemungkinan unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran.
Ajakan tersebut disampaikan Jonan melalui akun Instagram pribadinya, @ignasius.jonan, yang diunggah pada Rabu (21/10/2026) malam.
Jonan menilai penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan negara-negara tetangga melalui kerja sama regional yang telah disepakati dalam kerangka ASEAN.
“Kalau ada unsur kesengajaan, coba dicari bersama, bekerja sama. Ayo tangani bersama,” kata Jonan sebagaimana dikutip di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Jonan Dorong Kerja Sama ASEAN Tangani KarhutlaJonan mengingatkan bahwa negara-negara ASEAN telah memiliki landasan kerja sama untuk menangani pencemaran asap lintas batas.
Landasan tersebut adalah ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution atau Persetujuan ASEAN tentang Pencemaran Asap Lintas Batas yang ditandatangani pada 10 Juni 2002 di Malaysia.
Menurut Jonan, kesepakatan tersebut dapat menjadi dasar bagi Indonesia, Singapura, dan Malaysia untuk memperkuat koordinasi penanganan karhutla.
“Kita sudah memiliki framework (kerangka kerja, red.) ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution yang diratifikasi atau ditandatangani di Malaysia oleh 10 negara. Semua negara ASEAN sepakat dalam framework ASEAN,” katanya.
Ia mengajak pemerintah Singapura dan Malaysia memanfaatkan kesepakatan regional tersebut untuk menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan secara bersama-sama.
Penanganan Karhutla Diminta Mencontoh Kerja Sama KeamananJonan menilai negara-negara di kawasan telah memiliki pengalaman bekerja sama dalam menangani berbagai persoalan lintas batas.
Ia mencontohkan kerja sama pemberantasan perdagangan manusia, terorisme, dan peredaran narkotika yang melibatkan sejumlah negara.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi acuan untuk memperkuat koordinasi dalam penanganan karhutla.
“Kalau menangani human trafficking (perdagangan manusia, red.) bisa, menangani terorisme bisa, menangani perdagangan obat bius bisa bersama, kenapa ini tidak?” ujarnya.
Jonan juga mengajak Singapura dan Malaysia menjalin kerja sama dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menilai kerja sama sebelumnya dapat menjadi dasar untuk membangun koordinasi yang lebih kuat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan.
Setiap Negara Diminta Siapkan Teknologi dan PersonelSelain memperkuat koordinasi, Jonan menekankan pentingnya kesiapan masing-masing negara dalam menghadapi karhutla.
Menurutnya, Indonesia, Singapura, dan Malaysia perlu memastikan ketersediaan peralatan, teknologi, serta sumber daya manusia yang memadai.
Kesiapan tersebut dinilai diperlukan agar kerja sama penanganan kebakaran dapat dilaksanakan secara efektif.
“Setiap negara, menurut saya, harus memiliki peralatan, harus memiliki teknologi, dan harus memiliki personel yang cukup,” katanya menambahkan.
Jonan berharap kerja sama regional dapat memperkuat kemampuan negara-negara ASEAN dalam menangani karhutla dan persoalan pencemaran asap lintas batas.




