JAKARTA, KOMPAS.TV - Kemarau di Jawa Tengah belum diperkirakan berakhir hingga akhir Oktober 2026, termasuk hari tanpa hujan. Meskipun demikian, peluang hujan diprediksi meningkat mulai November.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Jawa Tengah mengalami curah hujan kategori menengah pada dasarian pertama dan kedua November, setelah kondisi kering masih mendominasi pada akhir Oktober.
Pada periode 21-31 Oktober, sebagian besar wilayah Jawa Tengah masih berpeluang mengalami curah hujan rendah, yakni kurang dari 50 milimeter per dasarian.
Pengecualian terdapat di kawasan Pegunungan Slamet hingga Dieng dan sekitarnya yang berpeluang menerima curah hujan kategori menengah.
Kondisi kering tersebut terlihat dari analisis curah hujan periode 11-20 Oktober 2026. Seluruh wilayah Jawa Tengah tercatat mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0-50 milimeter per dasarian.
Pemantauan hari tanpa hujan (HTH) hingga 20 Oktober juga menunjukkan periode tanpa hujan lebih dari 60 hari di sejumlah titik yang tersebar di hampir seluruh provinsi tersebut.
Baca Juga: 6 Aktivis Greenpeace Dipulangkan, Polisi: Tak Ada Penangkapan, Hanya Periksa Kesehatan | SAPA PAGI
"Sementara prediksi probabilistik curah hujan untuk dasarian ketiga Oktober juga menunjukkan hampir seluruh wilayah Jawa Tengah berpeluang mengalami curah hujan kurang dari 50 milimeter, kecuali kawasan Pegunungan Slamet hingga Dieng dan sekitarnya yang berpeluang memperoleh curah hujan kategori menengah," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Goeroeh Tjiptanto dikutip dari Antara.
Peluang hujan diperkirakan membaik pada November, meski peningkatannya tidak langsung merata di seluruh wilayah.
Pada dasarian ketiga November, potensi curah hujan tinggi diprediksi meluas ke sebagian besar Purbalingga, Banjarnegara, wilayah utara Banyumas, dan sejumlah daerah lainnya.
Prakiraan ini menunjukkan hujan berpotensi meningkat secara bertahap, tetapi belum menetapkan tanggal pasti berakhirnya kemarau di seluruh Jawa Tengah.
Prediksi Hujan NovemberBMKG membagi prakiraan curah hujan ke dalam periode dasarian, yakni rentang 10 hari. Berikut perkembangan yang diperkirakan terjadi di Jawa Tengah:
- Dasarian ketiga Oktober, 21-31 Oktober: Sebagian besar wilayah berpeluang mengalami curah hujan rendah, kurang dari 50 milimeter. Kawasan Pegunungan Slamet hingga Dieng dan sekitarnya berpeluang mengalami hujan kategori menengah, 51-150 milimeter.
- Dasarian pertama dan kedua November, 1-20 November: Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami curah hujan kategori menengah, 51-150 milimeter. Namun, sebagian wilayah utara Banyumas, Purbalingga, dan selatan Batang berpeluang mengalami curah hujan tinggi sebesar 151-200 milimeter.
- Dasarian ketiga November, 21-30 November: Potensi curah hujan tinggi sebesar 151-300 milimeter diperkirakan meluas, terutama ke sebagian besar Purbalingga, Banjarnegara, wilayah utara Banyumas, serta sejumlah daerah lainnya.
Perubahan prakiraan tersebut menunjukkan peluang hujan yang lebih besar memasuki November.
Namun, curah hujan menengah atau tinggi dalam suatu periode tidak otomatis berarti seluruh wilayah telah memasuki musim hujan pada waktu yang sama.
Daerah Masih Waspada KekeringanBMKG menyatakan sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah masih berstatus Waspada kekeringan meteorologis pada periode 21-31 Oktober 2026.
Tidak ada daerah yang berstatus Siaga maupun Awas, sehingga Waspada menjadi tingkat peringatan tertinggi pada periode tersebut.
Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Gelombang 4 Meter akibat Siklon Tropis Champi
Wilayah berstatus Waspada meliputi:
- Kota: Tegal, Pekalongan, dan Semarang.
- Kabupaten: Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Temanggung, Semarang, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Grobogan, Blora, Boyolali, Klaten, Kebumen, Purworejo, dan Wonogiri.
Pemantauan hari tanpa hujan hingga 20 Oktober menunjukkan tingkat kekeringan yang berbeda antardaerah.
Kategori sangat panjang mendominasi wilayah selatan, sedangkan periode tanpa hujan selama 21-30 hari terpantau di sejumlah titik wilayah timur dan Kabupaten Brebes.
Periode tanpa hujan selama 11-20 hari juga tercatat di sejumlah wilayah, sementara kategori pendek 6-10 hari mendominasi wilayah utara.
Durasi tanpa hujan terpanjang tercatat di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, selama 172 hari. Berikutnya, Kecamatan Masaran di Kabupaten Sragen mengalami 170 hari tanpa hujan.
Kemudian, Kecamatan Juwiring di Kabupaten Klaten dan Kecamatan Selogiri di Kabupaten Wonogiri masing-masing mencatat 157 hari tanpa hujan.
Meski kondisi kering masih meluas, hujan tetap tercatat di sejumlah lokasi. Goeroeh mengatakan hujan masih terpantau hingga pembaruan terakhir pada 20 Oktober di Kabupaten Banyumas.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Danang Suryo Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- hari tanpa hujan
- kemarau 2026
- musim hujan 2026
- BMKG Jawa Tengah
- prakiraan hujan
- kekeringan meteorologis





