jpnn.com, BANDUNG - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan sejak Rabu (21/10/2026), sampai hari ini dilaporkan belum padam.
Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan kebakaran terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 20.44 WIB.
BACA JUGA: Mayat Pria di Gunung Ciremai, Muka dan Kepala Ada Luka
Titik kebakaran berada di Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, dan Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan.
Berdasarkan data BPBD Jabar, kebakaran di Desa Pasayangan melanda lahan bambu seluas sekitar 2 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 1,5 hektare dilaporkan terbakar.
BACA JUGA: Viral, Kopdes Merah Putih Berdiri di Kaki Gunung Ciremai, KSP Dudung Beri Penjelasan
"Kebakaran lahan bambu dengan luas total kurang lebih 2 hektar dan terbakar kurang 1,5 hektar," kata Hadi dalam keterangannya, Kamis (22/10).
Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan Desa Cibuntu, tepatnya di wilayah Resor Pasawahan, SPTN Wilayah I Kuningan.
BACA JUGA: Kunjungi Instalasi Surfaktan Polda Kalsel, Habib Aboe Apresiasi Inovasi Penanganan Karhutla
"Terjadi kebakaran hutan dan lahan di Grid 15 M Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan. Luasan kebakaran masih dalam penghitungan," ujarnya.
BPBD Jabar telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Kuningan untuk penanganan kebakaran. BPBD Kabupaten Kuningan juga berkoordinasi dengan pihak TNGC.
Berdasarkan informasi terbaru dari TNGC, api dilaporkan masih belum padam hingga Kamis pagi.
Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC Eska Nata Suryana mengatakan, petugas gabungan bersama masyarakat telah berada di lokasi.
Dalam video TNGC yang dilihat, asap putih mengepul tebal di atas hutan yang terbakar.
"Info terkini Kamis, 22 Oktober 2026 Pukul 07.15 WIB, kondisi api belum padam," ucap Nana.
Petugas gabungan yang terlibat terdiri dari Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan (Brigdalkarhutla) TNGC bersama Balai Brigdalkarhutla Jabalnusra, Masyarakat Peduli Api (MPA), Manggala Agni Kementerian Kehutanan, mitra wisata TNGC, dan masyarakat sekitar masih berupaya memadamkan api di lokasi kejadian.
Dia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kebakaran meluas.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran di dalam maupun sekitar kawasan hutan serta tidak meninggalkan api di lahan.
"Kami mohon dengan sangat kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan pembakaran di dalam dan di sekitar kawasan hutan, serta tidak meninggalkan api di lahan," imbaunya.
Masyarakat diharapkan segera melapor bila melihat titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran di kawasan hutan Gunung Ciremai.
"Apabila bapak atau ibu melihat titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, mohon berkenan untuk segera menginformasikan kepada petugas terdekat," ucapnya. (mcr27/jpnn)
Yuk, Simak Juga Video ini!
BACA ARTIKEL LAINNYA... Titik Karhutla Berada di Bukit Soeharto, Basuki Sebut Jaraknya Jauh dari Kawasan IKN
Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina




