JAKARTA, DISWAY.ID-- Video alarm darurat atau tombol SOS yang tiba-tiba berbunyi di dalam gerbong Commuter Line viral di media sosial.
Peristiwa yang bikin panik penumpang itu ternyata terjadi di Stasiun Citayam pada Kamis (22/10) pagi.
BACA JUGA:ROG XBOX Ally X20, Handheld Gaming PC dengan OLED 7,4 Inci dan SSD 1TB
Menanggapi video tersebut, KAI Commuter memastikan alarm SOS itu berbunyi bukan karena ada kondisi darurat di dalam kereta.
Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan mengatakan, alarm itu berbunyi karena tidak sengaja tertekan oleh penumpang yang sedang mencari pegangan saat kereta penuh.
"Menanggapi video viral terkait terdengarnya alarm atau tanda darurat (SOS) di dalam rangkaian Commuter Line, dapat kami sampaikan bahwa kejadian tersebut merupakan ketidaksengajaan salah seorang pengguna yang menekan tombol darurat saat mencari pegangan," ujar Leza dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/26).
BACA JUGA:Fundamental Perekonomian Terjaga, Dampak bagi Rakyat Kian Merata
Ia menjelaskan, kejadian tersebut terjadi di rangkaian Commuter Line No. 1219 relasi Bogor - Jakarta Kota.
Begitu alarm berbunyi, petugas pengamanan di dalam kereta atau PAM Walka langsung bergerak cepat menuju kereta ke-5 yang menjadi sumber bunyi alarm.
"Petugas melakukan verifikasi dan pengecekan menyeluruh untuk memastikan apakah benar terjadi keadaan darurat," kata Leza.
Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas memastikan tidak ada keadaan darurat sama sekali. Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, petugas perawatan sarana langsung mematikan alarm SOS tersebut dan melakukan reset sinyal.
BACA JUGA:Hari Santri Nasional 2026, PKB Salurkan Bantuan Pesantren dan 3.000 Sertifikat Wakaf di Riau
KAI Commuter menegaskan, seluruh petugas telah menjalankan SOP tanggap darurat sesuai prosedur, mulai dari respons cepat, verifikasi di lokasi, hingga penanganan teknis.
Atas kejadian yang sempat membuat panik penumpang itu, KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf.
"Sebagai pengelola moda transportasi ini, kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut yang mungkin membuat panik pengguna lainnya di dalam kereta," ujar Leza.
- 1
- 2
- »





