Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Kepulauan Seribu telah memasang pelampung cincin (ring buoy) di enam pulau berpenduduk untuk mendukung keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian ekosistem laut di area perlindungan laut (APL).
“Pemasangan ring buoy merupakan bagian dari upaya konservasi laut yang dilaksanakan bersama kelompok Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL BM),” kata Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha di Jakarta, Kamis.
Pemasangan ring buoy ini merupakan salah satu bentuk aksi konservasi untuk mendukung keselamatan masyarakat sekaligus menjaga ekosistem laut di kawasan perlindungan.
Gama mengatakan pemasangan telah dilakukan di Pulau Sabira, Pulau Tidung, Pulau Lancang, Pulau Pari, Pulau Payung, dan Pulau Pramuka. Setiap pulau mendapatkan lima unit ring buoy yang ditempatkan di area perlindungan laut.
"Rencananya, kami juga melakukan pemasangan di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, yang dijadwalkan berlangsung bulan depan," katanya.
Menurut dia, penempatan ring buoy diprioritaskan di area rawan kecelakaan dan lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat pesisir untuk memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga kawasan konservasi.
“Melalui pengelolaan berbasis masyarakat, kami berharap kepedulian warga terhadap kelestarian ekosistem laut semakin meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RW 03 Pulau Sabira sekaligus nelayan, Muhammad Ali mengapresiasi langkah Sudin KPKP Kepulauan Seribu dalam mendukung keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian ekosistem laut.
“Semoga fasilitas tersebut bermanfaat bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kepedulian bersama dalam menjaga kawasan laut,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab latih warga Pulau Pramuka budidaya perikanan ramah lingkungan
Baca juga: Pemkab tenggelamkan 600 substrat karang di Pulau Pari
Baca juga: Nelayan Pulau Seribu diajak laporkan pengguna alat tangkap terlarang
“Pemasangan ring buoy merupakan bagian dari upaya konservasi laut yang dilaksanakan bersama kelompok Daerah Perlindungan Laut Berbasis Masyarakat (DPL BM),” kata Kepala Seksi Kelautan dan Perikanan Sudin KPKP Kepulauan Seribu, Gama Eka Anantha di Jakarta, Kamis.
Pemasangan ring buoy ini merupakan salah satu bentuk aksi konservasi untuk mendukung keselamatan masyarakat sekaligus menjaga ekosistem laut di kawasan perlindungan.
Gama mengatakan pemasangan telah dilakukan di Pulau Sabira, Pulau Tidung, Pulau Lancang, Pulau Pari, Pulau Payung, dan Pulau Pramuka. Setiap pulau mendapatkan lima unit ring buoy yang ditempatkan di area perlindungan laut.
"Rencananya, kami juga melakukan pemasangan di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, yang dijadwalkan berlangsung bulan depan," katanya.
Menurut dia, penempatan ring buoy diprioritaskan di area rawan kecelakaan dan lokasi dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.
Kegiatan ini juga melibatkan masyarakat pesisir untuk memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga kawasan konservasi.
“Melalui pengelolaan berbasis masyarakat, kami berharap kepedulian warga terhadap kelestarian ekosistem laut semakin meningkat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RW 03 Pulau Sabira sekaligus nelayan, Muhammad Ali mengapresiasi langkah Sudin KPKP Kepulauan Seribu dalam mendukung keselamatan masyarakat dan menjaga kelestarian ekosistem laut.
“Semoga fasilitas tersebut bermanfaat bagi masyarakat dan dapat meningkatkan kepedulian bersama dalam menjaga kawasan laut,” ujarnya.
Baca juga: Pemkab latih warga Pulau Pramuka budidaya perikanan ramah lingkungan
Baca juga: Pemkab tenggelamkan 600 substrat karang di Pulau Pari
Baca juga: Nelayan Pulau Seribu diajak laporkan pengguna alat tangkap terlarang





