Usia 20-an menjadi salah satu tanda kalau seseorang sudah lebih dewasa, Beauties. Kamu punya berbagai idealisme yang ingin diwujudkan. Mulai dari cita-cita dan pekerjaan impian hingga punya relationship yang didambakan.
Mungkin kamu mencoba produktif dengan ikut berbagai workshop atau pelatihan untuk mengasah kemampuan kamu. Banyak orang yang merasakan manfaatnya dari kegiatan tersebut. Namun bagi sebagian lainnya, mungkin tetap ada rasa cemas, perasaan yang kurang dan terus membuat berpikir, serta ragu apakah hal yang dijalani sudah tepat atau belum.
Di dunia psikologi, dan dikutip dari situs Verywellmind, pakar psikologi perkembangan, Erik Erikson menyebut kondisi ini dikenal dengan istilah krisis eksistensial. Supaya krisis ini tidak terus menerus membuatmu cemas, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan, Beauties
1. Sadari Krisis Itu Bagian dari Eksplorasi Jati DiriKrisis eksistensi menandakan kamu sudah dewasa dan kamu sudah lebih matang dalam mengambil tanggung jawab atas keputusan besar. Namun, ada kalanya kamu menjadi cenderung mempertanyakan apakah langkah yang kamu ambil sudah tepat atau keliru dan berpotensi mendatangkan masalah di masa depan.
Ketika kebingungan tidak terjawab, kamu merasa ada hal yang menggantung dan takut untuk melangkah. Inilah yang kerap disebut sebagai krisis eksistensi. Beauties perlu menyadari kalau membentuk identitas diri/ self identity, sebagai seorang yang dewasa, sering kali membuat kamu galau, hilang arah, dan merasa salah jalan.
Padahal itu hanya ketakutan kamu ketika melewati masa transisi ke perubahan yang lebih besar. Erikson dalam penelitian tentang human development, menegaskan, eksplorasi adalah salah satu tahap yang memang perlu kamu lewati untuk menemukan self identity yang sebenarnya di tengah krisis eksistensi sebagai sosok yang lebih dewasa.





