JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pemerintah akan menutup ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga akhir tahun 2026.
Penutupan BUMN itu merupakan salah satu bentuk upaya pemerintah melakukan efisiensi.
Oleh karena itu, hingga akhir tahun 2026, pemerintah berencana menutup BUMN-BUMN yang dinilai tidak efisien dan merugi.
"Sampai Desember yang akan datang, sasaran kita 700 akan kita tutup, yang tidak efisien, yang merugi, yang selama ini buat laporan keuangan palsu, kita tutup," ujar Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Ia menegaskan pemerintah akan berkonsentrasi mempertahankan BUMN-BUMN yang menghasilkan keuntungan bagi rakyat.
Baca Juga: Prabowo Ingin Penyaluran Kredit untuk Rakyat Rp400 Triliun Tahun Depan, Sasar 28 Juta Keluarga
Menurutnya, data terbaru per Rabu (21/10/2026) malam, jumlah BUMN yang sudah ditutup sebanyak 364.
Mantan Pangkostrad itu menekankan pemerintah berupaya terus memperbaiki ekonomi Indonesia di tengah berbagai tantangan dan gangguan.
Prabowo juga menyatakan pemerintah berfokus untuk menggerakkan ekonomi tidak hanya di kalangan atas, tetapi juga menggerakkan ekonomi dari bawah.
Ia menegaskan semua daerah di Indonesia akan dibangun dan digerakkan ekonominya.
"Para bupati dan para gubernur, jangan khawatir Saudara-Saudara, bukan kita kurangi uang ke kabupatenmu, nanti saya buktikan uang yang mengalir ke kabupatenmu, ke provinsimu itu jauh lebih di zaman saya memerintah daripada sebelum ini," ucapnya.
Prabowo menekankan tujuan pemerintah, baik pusat maupun daerah, adalah untuk menyejahterakan rakyat.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan Tak Boleh Bagi-Bagi Konsesi: Banyak Kita Berikan, Puluhan Tahun Tak Dikerjakan
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- prabowo
- prabowo subianto
- penutupan bumn
- bumn ditutup
- bumn
- rakornas





