Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa lima Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Indonesia memiliki potensi cadangan terbukti (proven reserves) senilai Rp5.400 triliun atau setara USD300 miliar.
"Saudara, jangan tepuk tangan terlalu cepat karena kekayaan itu masih di bawah tanah. Tapi yang saya maksud adalah negara kita sangat kaya," ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dikutip dalam tayangan Breaking News Metro TV, Kamis, 22 Oktober 2026.
Nilai fantastis dari lima konsesi tersebut diketahui berdasarkan laporan studi cadangan geologi terbaru yang diterima Presiden dari sekian ratus IUP yang terdaftar.
Baca Juga :
Presiden Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rp400 Triliun pada 2027
Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, mulai dari tingkat pusat hingga desa agar memahami tanggung jawab utamanya untuk bekerja demi kesejahteraan rakyat. Ia juga menegaskan agar pemerintah tidak lagi mudah membagi-bagikan konsesi lahan tambang tanpa seleksi ketat terhadap kemampuan calon pengelola.
"Karena itu kita tidak boleh terlalu mudah membagi-bagi konsesi. Kita harus teliti, yang kita percayakan konsesi itu dia benar punya kemampuan atau tidak untuk menjalankan. Masalahnya banyak konsesi kita berikan puluhan tahun tidak dikerjakan, inilah yang sedang kita tertibkan," tegas Prabowo.
Penertiban ini dilakukan karena banyaknya konsesi tambang yang dibiarkan terbengkalai selama puluhan tahun. Pemerintah bertekad menata ulang sistem perizinan agar sumber daya alam nasional dapat dikelola dengan bertanggung jawab.




