Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia sebagai negara yang kuat dan kaya dengan potensi ekonomi besar. Ia menilai kekayaan sumber daya alam dan kemampuan pelaku usaha dalam negeri menjadi modal penting bagi Indonesia untuk memperkuat perekonomian nasional.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), Kamis (22/10).
Prabowo menyinggung posisi Indonesia sebagai ekonomi terbesar ketujuh dunia berdasarkan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP), merujuk pada daftar yang disebutnya baru dirilis Dana Moneter Internasional (IMF).
“Kita adalah ekonomi terbesar yang ke-7 di dunia. Kita kuat,” kata Prabowo.
Ia juga menyoroti berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia, termasuk produk-produk yang dihasilkan pelaku usaha kecil dan petani. Prabowo mencontohkan produk telur kering yang dapat bertahan hingga belasan bulan dan kembali menjadi telur setelah diberi air, serta kopi berkualitas yang dihasilkan petani dalam negeri.
“Kita sudah punya benih kopi, bisa dirawa, bisa digambut. Sudah berarti we are strong, we are rich. Kita kuat dan kita kaya,” ujarnya.
Menurut Prabowo, besarnya kekayaan dan potensi ekonomi Indonesia harus diikuti dengan pengelolaan yang baik agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan.
“Tapi sekarang masalahnya adalah bagaimana kita kelola itu supaya bisa dirasakan langsung oleh rakyat kita yang paling memerlukan,” kata Prabowo.
Ia menegaskan, pemerintah perlu memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Prabowo juga meminta pemerintah pusat dan daerah menjaga kekayaan nasional serta memastikan pemanfaatannya berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Prabowo menilai peningkatan kesejahteraan harus tercermin dari pendapatan riil masyarakat dan daya beli keluarga, termasuk petani, nelayan, pedagang, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).





