Jakarta: Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Andre Rosiade menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan upaya pembenahan fundamental ekonomi Indonesia, terutama melalui kebijakan swasembada pangan dan energi. Ia menyebut Indonesia kini telah mencapai swasembada untuk delapan bahan kebutuhan pokok.
Pernyataan tersebut disampaikan Andre dalam diskusi Dialektika Demokrasi bertema dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran yang digelar Koordinatoriat Wartawan Parlemen bersama Biro Pemberitaan DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
“Yang kedua, bagaimana Presiden mengambil kebijakan Indonesia harus bisa berswasembada baik pangan dan energi, dan ini ditunjukkan dengan kebijakan yang konkret di mana saat ini kita sudah berswasembada delapan bahan kebutuhan pokok,” kata Andre.
Baca Juga :
2 Tahun Prabowo-Gibran: Apa Kata Survei?Menurut Andre, upaya memperkuat ketahanan pangan juga dilakukan melalui kebijakan pupuk dan harga gabah. Ia mengatakan kebijakan pemerintah membuat harga pupuk bagi masyarakat lebih murah 20 persen serta mencegah kelangkaan pupuk. Ia juga menyebut Indonesia mulai mengekspor pupuk ke luar negeri.
Selain sektor pangan, Andre menyoroti kebijakan energi melalui penerapan B50. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
Andre juga menilai pemerintah menunjukkan keberpihakan pada masyarakat melalui sektor pendidikan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebut pemerintah memperbaiki 80.000 sekolah serta mengembangkan Sekolah Rakyat bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
“Sekolah Rakyat ini adalah bagian dari cara pemerintah Presiden Prabowo untuk mengubah nasib keluarga-keluarga miskin,” ujarnya.
Terkait MBG, Andre mengatakan program tersebut mendapat sambutan dari masyarakat di sejumlah daerah. Ia menyebut sejumlah sekolah yang belum menerima program itu justru meminta agar pelaksanaannya tetap dilanjutkan.
“Bahkan banyak sekolah yang masih belum menerima MBG meminta MBG ini untuk tetap dilaksanakan,” kata Andre.
Diskusi Dialektika Demokrasi tersebut menjadi forum pembahasan capaian dan tantangan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, termasuk pelaksanaan program prioritas, penguatan ekonomi, pemerataan manfaat kebijakan, dan upaya mewujudkan kemandirian nasional.




