Momen Haru Hari Santri, Siswa Sekolah Rakyat Ungkap Mimpi Lewat Puisi

liputan6.com
9 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Air mata tak dapat dibendung oleh Yasmin Firdausy, saat dia membacakan puisi bertajuk 'Dari Bumi Kiai Bisri, Kami Menggapai Mimpi'. Dengan suara lantang dan penuh penghayatan, siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jombang itu melafalkan bait demi bait puisi yang dipersembahkan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Di hadapan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Yasmin menunjukkan peningkatan kepercayaan diri meskipun belum genap tiga bulan menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat.

Advertisement

"Bapak Presiden Prabowo Subianto, mungkin Bapak tidak mengenal namaku, mungkin Bapak tak pernah bertemu emak dan bapakku. Tetapi kebijakan Bapak telah mengetuk pintu rumahku," ujar Yasmin dengan suara bergetar saat membacakan puisi di Aula SRT 1 Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Kamis (22/10/2026).

Selain Yasmin, sejumlah siswa lainnya juga menunjukkan kemampuan mereka melalui berbagai penampilan, mulai dari baris-berbaris variasi, tari tradisional remo, karate, pidato dalam empat bahasa, hingga yang cukup menarik perhatian, yaitu paduan suara.

Sejumlah peserta tampak turut berdiri dan mengepalkan tangan sembari bernyanyi bersama ketika para siswa membawakan lagu 'Mars Hari Santri Nasional'.

Dalam acara yang juga dihadiri orang tua siswa dan pilar-pilar sosial tersebut, Gus Ipul menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kesempatan berharga untuk melihat perkembangan para siswa yang telah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, baik yang mulai bersekolah sejak tahun lalu maupun tahun ini.

"Perlu saya sampaikan, kondisi siswa Sekolah Rakyat pada saat masuk itu beragam. Beragam kapasitasnya, beragam budaya dan kebiasaannya, beragam kemampuan akademiknya, serta beragam pula kondisi kesehatannya. Jadi, keberagaman ini memerlukan proses agar mereka bisa saling beradaptasi," kata Gus Ipul saat ditemui usai kegiatan.

Gus Ipul mengungkapkan bahwa hingga saat ini Sekolah Rakyat telah menjangkau sekitar 44 ribu siswa di seluruh Indonesia. Sementara itu, sekitar 300 siswa di antaranya menempuh pendidikan di SRT 1 Kabupaten Jombang.

"Seperti kita ketahui, Sekolah Rakyat di Jombang ini mulai dirintis tahun lalu, 2025, dengan menggunakan gedung sementara di Mojoagung. Hari ini, kita pindah ke gedung permanen," ujar Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan bahwa penampilan para siswa SRT 1 Kabupaten Jombang di atas panggung menjadi salah satu contoh perkembangan mereka setelah menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat. Para siswa dinilai menjadi lebih percaya diri, disiplin, dan mandiri.

Senada dengan Gus Ipul, para orang tua siswa juga merasakan perubahan positif pada anak-anak mereka. Salah satunya Ichwatul Ulumiyah, orang tua Yasmin. Ia mengungkapkan bahwa meskipun anaknya belum lama menjalani pendidikan di Sekolah Rakyat, kepercayaan dirinya telah meningkat pesat.

"Alhamdulillah, tambah sehat, tambah pede. Sebelumnya, kurang pede kalau di rumah," kata Ichwatul.

Hal serupa disampaikan Yuli Prastiana, orang tua Andin Valentina, siswa kelas VII SRT 1 Kabupaten Jombang. Yuli mengatakan bahwa selama satu tahun mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat, anaknya menjadi lebih rajin beribadah dan belajar.

"Selama satu tahun, perkembangannya membaik, salat rajin, tambah pintar. Harapannya supaya jadi anak yang sukses," ujar Yuli.

Menutup acara, Gus Ipul berpesan kepada para orang tua agar terus mendukung dan mengawal program Sekolah Rakyat sehingga anak-anak mereka mampu menggapai cita-cita sesuai dengan keinginan dan potensi masing-masing, baik yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun yang ingin bekerja.

"Bagi yang ingin kuliah dan memiliki kemampuan akademik, nanti akan melanjutkan kuliah dengan dibiayai oleh pemerintah, selama kemampuan akademiknya mencukupi. Namun, kalau tidak ingin kuliah, boleh langsung bekerja. Nanti bisa menjadi pekerja terampil di dalam negeri atau luar negeri," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Supomo, Inspektur Jenderal Kementerian Sosial Dody Sukmono, jajaran Staf Khusus dan Tenaga Ahli Menteri Sosial, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Jombang Syaiful Anwar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Jombang, serta pejabat terkait lainnya.

 

Siswa Sekolah Rakyat memperingati Hari Santri Nasional 2026. (Dokumentasi Kemensos).

Berikut versi lengkap puisi yang dibacakan oleh Yasmin Firdausy:

Dari Bumi Kiai Bisri, Kami Menggapai Mimpi

Gus Dur pernah berpesan,

“Memuliakan manusia berarti memuliakan Penciptanya.”

Pesan itu sederhana,tetapi begitu dalam maknanya.

Sebab setiap manusia berharga,setiap anak memiliki hak yang sama,dan setiap mimpi layak diberi kesempatan.

Aku berdiri di sini,di Jombang, bumi para kiai,tanah tempat KH Hasyim Asy’ari menanamkan cinta negeri,tanah tempat KH Wahab Hasbullah menanam keteladanan,Dan tanah tempat KH Bisri Syansuri mengajarkan arti kemanusiaan.

Di sini, dari Tebuireng hingga Denanyar,doa-doa dipanjatkan,ilmu diwariskan,dan cinta Tanah Air terus dinyalakan.

Tetapi izinkan aku bercerita…

Aku hanyalah anak dari keluarga sederhana.

Emak, Bapakku mungkin tak punya banyak harta untuk diwariskan,tetapi mereka tak pernah kehabisan doa untuk masa depanku.

Lalu sebuah pintu terbuka.

Namanya…SEKOLAH RAKYAT!

Di sinilah aku menemukan jawaban.

Di sini aku belajar,di sini aku tumbuh,di sini aku mulai percaya,

Bahwa masa depan tidak ditentukan oleh seberapa kaya orang tua kita, tetapi oleh seberapa kuat kita berusaha!

Bapak Presiden Prabowo Subianto,

Mungkin Bapak tidak mengenal namaku.Mungkin Bapak tak pernah bertemu emak dan bapakku.

Tetapi kebijakan Bapaktelah mengetuk pintu rumahku.

Mengubah kecemasan menjadi harapan,mengubah keraguan menjadi keberanian.

Bapak Presiden,

Terima kasih telah melihat kami,anak-anak yang mungkin selama ini tak terlihat.

Terima kasih telah memberi kami kesempatanuntuk mengubah garis kehidupan.

Dan hari ini,Dari Jombang, Bumi Para Kiai,Kami Mengucapkan…Selamat Hari Santri 2026!Semoga Semangat Para Ulama Dan Santri Terus Menyala!

Dari Bumi Tempat Kiai Bisri Syansuri, Kami Kini Menggapai Mimpi!Jayalah Santri! Jayalah Indonesia!


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Madura United Tumbangkan Persib Bandung di Pamekasan
• 7 jam lalueranasional.com
thumb
Wujud Polisi Bersama Masyarakat, Kapolres Pelabuhan Makassar Gelar Kumpul Bersama Warga di Kecamatan Wajo
• 4 menit laluharianfajar
thumb
Polemik Ijazah Jokowi-Gibran Berkepanjangan, PDIP: Ada Tokoh Politik Sepertinya Masih Menikmati
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Penyebab Terbaru Semenanjung Korea Makin Tegang
• 23 jam laludetik.com
thumb
Mobil Tabrak Mobil Pedagang Tahu di Jalan Rasuna Said Jakarta Selatan, Satu Orang Tewas dan Lima Luka-Luka
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.