Pembangunan 21.228 Hunian Tetap Relokasi Warga Terdampak Bencana di Aceh Dikebut

rctiplus.com
3 jam lalu
Cover Berita
Pembangunan 21.228 Hunian Tetap Relokasi Warga Terdampak Bencana di Aceh DikebutNasional | okezone | Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:51Dengarkan Berita

JAKARTA – Pemerintah mempercepat pembangunan 21.228 unit hunian tetap (huntap) relokasi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh. Program yang ditargetkan berlangsung pada periode 2026-2027 tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp6,077 triliun.

Kepala Pos Komando Wilayah (Kaposwil) Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, mengatakan pemerintah terus mengakselerasi seluruh tahapan pembangunan agar masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati hunian yang layak dan aman.

"Pemerintah terus mempercepat seluruh tahapan pembangunan agar masyarakat terdampak bencana segera memperoleh hunian yang layak,” kata Safrizal ZA, Kamis (22/10/2026).

“Pemilihan penyedia jasa, penandatanganan kontrak, mobilisasi lapangan, hingga pelaksanaan konstruksi terus kami kawal secara ketat agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai,"lanjutnya.

Baca Juga:Rismon: Tuduhan Cacat Administratif Pendidikan Gibran di Gugatan Denny Indrayana Masih Prematur

Berdasarkan pemutakhiran data per 21 Oktober 2026, alokasi pembangunan huntap di Aceh pada Tahun Anggaran 2026 mencapai 6.220 unit yang tersebar di delapan kabupaten/kota, yakni Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Aceh Utara, Bener Meriah, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Kota Lhokseumawe. Anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp1,76 triliun.

“Di Aceh, pekerjaan konstruksi telah bergerak di berbagai lokasi pembangunan. Hingga 21 Oktober 2026, progres fisik rata-rata pembangunan huntap di Aceh tercatat mencapai 1,52 persen,”ujarnya.

“Meliputi pekerjaan land clearing, pondasi, fabrikasi panel Rumah Instan Sehat Sederhana (RISHA), pengukuran lahan, hingga pekerjaan struktur pada sejumlah titik pembangunan,” lanjutnya.

Pembangunan huntap memanfaatkan berbagai sumber lahan, mulai dari aset pemerintah daerah, tanah masyarakat, tanah adat, hingga lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) milik sejumlah perusahaan. Di lapangan, pelaksanaan konstruksi juga menghadapi tantangan kondisi geografis yang beragam, mulai dari wilayah datar, landai, berkontur hingga kawasan berlereng tajam, khususnya di Kabupaten Gayo Lues.

Baca Juga:Api Hanguskan 4 Hektare Hutan di Kawasan Gunung Merapi Magelang

Dari sisi anggaran, realisasi penyerapan pembangunan huntap di Aceh hingga 21 Oktober 2026 tercatat sebesar Rp125,39 miliar atau 7,14 persen dari total pagu sekitar Rp1,76 triliun. Penyerapan tersebut diproyeksikan meningkat hingga 95,07 persen pada akhir Desember 2026 seiring percepatan pelaksanaan konstruksi di seluruh lokasi pembangunan.

 

“Hingga 19 Oktober 2026, sebanyak 534 unit telah selesai dibangun, terdiri atas 294 unit di Aceh Tamiang dan 240 unit di Aceh Utara,”ujarnya.

Sebagian unit telah diserahterimakan kepada masyarakat, termasuk di Desa Tanjung Seumantoh, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Desa Meunasah Bujok, Kabupaten Aceh Utara.

Sementara unit lainnya masih dalam berbagai tahapan konstruksi dan ditargetkan rampung secara bertahap hingga akhir tahun 2026.

Mantan Pj Gubernur Aceh itu mengatakan, percepatan pembangunan huntap harus tetap diiringi dengan pengawasan kualitas pekerjaan agar rumah yang dibangun memenuhi standar teknis dan dapat dihuni dalam jangka panjang.

Pembangunan huntap relokasi terpusat ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Aceh

“Karena itu, seluruh kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas harus bekerja profesional, mematuhi spesifikasi teknis, serta mengantisipasi berbagai kendala di lapangan,"ujarnya.

Baca Juga:Ribuan Mahasiswa Baru Sambut PKKMB UMJ 2026

"Baik yang berkaitan dengan kondisi topografi maupun penyiapan lahan. Evaluasi akan terus dilakukan agar seluruh target pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klarifikasi DEN: Revisi UU Tipikor Tak Hapus Unsur Kerugian Negara
• 7 jam lalucumicumi.com
thumb
Kasus Saham DSSA, Ini Daftar Sekuritas Kena Sanksi OJK
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Setelah Mondok, Ke Mana Santri Melangkah?
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Mahasiswa Demo di Patung Kuda Bubar Usai Sampaikan Tuntutan, Jalan Dibuka Lagi
• 5 jam laludetik.com
thumb
Sidang Kabinet Paripurna di Istana, Gus Ipul Laporkan Capaian Kemensos Selama 2 Tahun
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.